Suaranusantara.com – Kepala BPS Provinsi DKI Jakarta, Nurul Hasanudin, menyebut kenaikan harga emas perhiasan menjadi faktor utama penyumbang inflasi bulan Oktober 2025. Emas memberikan andil tertinggi terhadap inflasi di Ibu Kota sebesar 0,18 persen dengan laju inflasi mencapai 10,5 persen.
“Tren kenaikan harga emas terjadi cukup konsisten selama Oktober, sehingga memberi pengaruh besar terhadap angka inflasi,” ujar Nurul di Kantor BPS DKI Jakarta, Senin (3/11). Ia menjelaskan, lonjakan harga emas dipicu oleh peningkatan harga global dan permintaan domestik menjelang akhir tahun.
Selain emas, cabai merah juga mencatat inflasi tinggi sebesar 19,93 persen dengan andil 0,05 persen. Harga cabai merah di Jakarta rata-rata mencapai Rp67.203 per kilogram pada Oktober 2025.
Tarif angkutan udara turut menjadi pendorong inflasi dengan inflasi 3,54 persen dan andil 0,04 persen. “Selama tiga bulan terakhir, tarif penerbangan menunjukkan tren kenaikan yang cukup signifikan,” kata Nurul.
Komoditas lainnya seperti biaya perguruan tinggi dan telur ayam ras juga menyumbang inflasi masing-masing 0,02 persen. Keduanya masih tergolong stabil, tetapi tetap memberikan kontribusi pada inflasi bulanan.
Sementara itu, beberapa komoditas mengalami penurunan harga dan menekan inflasi. “Tomat, tarif tol, dan sepatu pria masing-masing memberikan andil minus 0,01 persen,” ungkap Nurul.
Ia menambahkan, inflasi DKI Jakarta secara tahunan mencapai 2,69 persen pada Oktober 2025. Angka ini dinilai masih aman dan berada dalam target nasional sebesar 2,5 persen plus minus satu persen.
“Secara umum, kondisi inflasi Jakarta masih terkendali meskipun ada tekanan harga dari beberapa komoditas,” tutup Nurul.


















Discussion about this post