Suaranusantara.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan keyakinannya bahwa Bank Jakarta siap melantai di bursa melalui penawaran umum perdana saham (IPO) pada 2027.
Optimisme ini didasarkan pada penguatan budaya kerja, profesionalisme, serta kesiapan fundamental perusahaan.
Dalam rapat kerja Bank Jakarta di Hotel Pullman, Podomoro City, Jakarta Barat (22/1), Pramono menegaskan bahwa pembangunan corporate culture menjadi fondasi utama.
“Untuk menjadi bank IPO, corporate culture itu harus betul-betul dibentuk dan menjadi bagian inheren dari perusahaan,” ujar Pramono, dalam keterangannya, Sabtu (24/1).
Selain budaya kerja, Pramono juga menekankan pentingnya membangun teamwork yang efektif dengan mengedepankan pola kerja work smart. Menurutnya, sektor perbankan menuntut ketepatan, efisiensi, dan kecermatan dalam pengambilan keputusan.
“Saya menyarankan karena ini dunia perbankan, tidak perlu terlalu work hard, tetapi harus work smart,” katanya.
Ia menilai, teamwork yang cerdas, disiplin, dan ditopang budaya organisasi yang kuat akan mendorong perubahan cara kerja Bank Jakarta sehingga proses pengambilan keputusan menjadi lebih transparan.
“Kalau transparansi sudah terbentuk, ruang untuk sengketa, intrik, dan kepentingan personal akan hilang dengan sendirinya,” ujarnya.
Pramono juga meminta manajemen Bank Jakarta mengedepankan profesionalisme melalui peningkatan efisiensi dan pemangkasan birokrasi. Menurutnya, birokrasi yang berlebihan berpotensi menurunkan daya saing dan kepercayaan publik.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kepercayaan (trust) merupakan kunci utama dalam dunia usaha. Pramono berharap Bank Jakarta dapat memperluas basis nasabah dan tidak hanya bergantung pada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
“Kalau trust sudah terbangun, nasabah utamanya bukan lagi hanya Pemprov DKI, tetapi publik,” tuturnya.
Ia berharap nilai teamwork, transparansi, debirokratisasi, serta kemampuan problem solving menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya kerja Bank Jakarta. Dengan konsistensi tersebut, Pramono optimistis Bank Jakarta dapat melantai di bursa pada tahun depan.
“Saya yakin mudah-mudahan tahun depan Bank Jakarta sudah IPO, menjadi milik publik, dipercaya publik, dan teamwork-nya semakin solid serta berorientasi memberi kontribusi bagi Jakarta,” katanya.
Tiga Inisiatif Strategis 2026
Sementara itu, Direktur Utama Bank Jakarta Agus Haryoto Widodo menyatakan kesiapan manajemen untuk menindaklanjuti arahan Gubernur Jakarta dalam memperkuat corporate culture sekaligus mematangkan persiapan IPO.
Agus menyampaikan bahwa Bank Jakarta telah menyiapkan tiga inisiatif strategis sepanjang 2026 guna memperkuat fundamental perusahaan dan meningkatkan kepercayaan investor.
“Sebagai bagian dari upaya memperkuat fundamental Bank Jakarta dan meningkatkan kepercayaan calon investor, kami menyiapkan tiga inisiatif besar strategis sepanjang 2026,” ujar Agus.
Berikut tiga inisiatif strategis sepanjang 2026:
• Infrastruktur TI: pembangunan dua data center modern, pembaruan sistem inti perbankan, serta penguatan keamanan siber (target rampung September 2026).
• Mobile Banking Baru: aplikasi generasi terbaru yang lebih aman, cepat, dan efisien, ditargetkan meluncur Juni 2026.
• Produk Kartu Kredit: peluncuran kartu kredit Bank Jakarta sebagai sumber pendapatan baru dan pelengkap ekosistem transaksi nasabah.


















Discussion about this post