
Medan – SuaraNusantara
Tahun ini, pemerintah mempersiapkan 470 kuota beasiswa bidikmisi dan 470 beasiswa PPA (Program Peningkatan Akademik) untuk Sumut dan jika diuangkan itu sekitar Rp27.918.000.000.
Koordinator Kopertis Wilayah I Prof Dian Armanto mengakui ada Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang menolak menerima beasiswa bidikmisi. Karena pemerintah hanya membayar sekitar Rp4,8juta setahun. Sementara ada program studi yang biaya kuliahnya hingga Rp15 juta setahun.
Begitupun saya berharap beasiswa tersebut dapat diterima secara merata di seluruh PTS. Karena selama 4 tahun, kuota beasiswa yang diterima PTS sangat sedikit yakni 2.250 mahasiswa. Sehingga tidak bisa terbagi merata untuk seluruh PTS,” ungkap Dian Armanto saat pertemuan anggota DPR RI Sofyan Tan dengan Kopertis Wilayah I Sumut dan Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta di Jalan Sempurna, Medan, Sumut, Kamis (8/3/2018).
Untuk itu dengan kehadiran Sofyan Tan dengan kemurahan hatinya menyampaikan informasi kuota beasiswa ke PTS di Sumut, akan sangat membantu sekali.
“Kita kedatangan orang baik. Kita doakan mudah-mudahan baik selamanya agar tiap tahun ada beasiswa terus,” ujar Dian Armanto.
Untuk diketahui, beasiswa bidikmisi tahun 2018 sudah naik menjadi Rp13,5 juta per tahun per mahasiswa dari sebelumnya Rp13 juta. Begitu juga dengan PPA dari sebelumnya Rp400 ribu kini Rp450ribu per bulan untuk setiap mahasiswa.
Beasiswa bidikmisi diperuntukkan ke mahasiswa baru yang berasal dari keluarga kurang mampu. Selain uang kuliahnya dibayarkan oleh pemerintah hingga tamat yakni 4 tahun, mahasiswa tersebut juga memperoleh uang saku setiap bulannya selama 4 tahun.
Bagi penerima beasiswa, pihak kampus dilarang mengutip biaya apapun dari mahasiswa tersebut hingga selesai.
Sedangkan untuk beasiswa PPA diperuntukkan bagi mahasiswa berprestasi dengan nilai Indeks prestasi (IP) minimal 3.
Penulis : rokhim

















