Kabupaten Pandeglang – Nilai Ujian Nasional (UN) SMP di Kabupaten Pandeglang diyakini tak lagi di posisi posisi paling rendah se-Provinsi Banten.
Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Pandeglang Olis Solihin optimis, nilai UN tahun ini akan mengalami perbaikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Keyakinannya karana Dindik Pandeglang terus melakukan peningkatan kapasitas tenaga pengajar.
“Guru yang sudah PNS harus memberikan kinerja yang maksimal, dan saya harap tahun ini minimal peringkat 6 nilai terbaik hasil UN,” kata Olis, Senin (22/4/2019).
Baca Juga: UN, Irna Beri Peringatan Keras ke Dindik dan Kepsek
Menurutnya tolak ukur dalam mendorong keberhasilan siswa dipengaruhi oleh guru, orangtua termasuk siswa.
“Kita harus bersama-sama meningkatkan mutu pendidikan. Sekarang generasi milenial, banyak anak terganggu salah satunya oleh gadget, di sini peran orangtua sangat penting untuk mendorong peningkatan belajar siswa,” papar Olis.
UN tingkat SMP di Pandeglang diikuti 115 SMP Negeri, MTs, dan 3 SMP Terbuka. Dari jumlah itu, 36 sekolah diantaranya melaksanakan 36 UNBK yang menumpang di SMA/SMK, 13 sekolah UNBK mandiri dan sebanyak 70 sekolah masih UNKP.
“Untuk yang mandiri kurang lebih 8.257 siswa, MTs dan SMPN UNBK numpang 9.383 siswa, dan UNKP 5.761 siswa. jadi jumlah keseluruhan yang UN SMP dan MTs 17.640 siswa. Sedangkan tiga SMP terbuka yaitu SMPN 1 Karangtanjung, SMPN 2 Labuan dan SMP 1 Sumur,” urainya.(aep/and)


















Discussion about this post