
Nias Selatan-SuaraNusantara
Semakin hari Jembatan O’ou semakin memburuk dan kondisi semakin rapuh. Jembatan dengan panjang kurang lebih 200 meter ini berlokasi di Kecamatan O’ou, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara. Jembatan menghubungkan antara Kecamatan Amandraya, Kecamatan O’ou, Lölöwa’u dan sekitarnya telah berubah status menjadi jembatan nasional. Tentunya pengerjaan jembatan tersebut merupakan gawenya pemerintah pusat.
Jembatan O’ou juga merupakan satu-satunya akses terdekat yang menghubungkan antara Kabupaten Nias Selatan dengan Kabupaten Nias Barat. Dengan mulai memburuknya jembatan O’ou ini dapat memengaruhi perekonomian masyarakat karena tak bisa memperjualbelikan hasil pertanian ke kota.
Beberapa bagian dari jembatan sudah mulai kropos dan berkarat. Selain itu papan alas lantai jembatan sudah mulai hancur. Hampir 80% Jembatan O’ou sudah tidak layak pakai lagi dan butuh perhatian serius dari pemerintah pusat untuk perbaikannya sebelum ada pengguna jalan yang menjadi korban.
Jembatan O’ou sudah beberapa kali mengalami kerusakan, bahkan pada tahun 2015 lalu jembatan tersebut patah ketika alat berat melintasinya. Selain itu sebagian dari rangka jembatan lepas ketika truk banyak melintasi jembatan tersebut.
Seperti kejadian hari ini, Selasa pagi (28/2/2017), kerangka jembatan tiba-tiba lepas ketika ada truk melintas. Beruntung tak ada korban jiwa.
“Ia tadi pagi ada mobil truk yang melintasi dan rangka jembatan lepas. Untung mobil tidak jatuh ke sungai dan tidak ada korban jiwa atas kejadian itu tadi pagi,” tutur Suprianus Hia, salah seorang pengguna jembatan kepada SuaraNusantara.
Ia berharap pemerintah pusat, dalam hal ini Kementrian PU, segera Jembatan O’ou sebelum ada korban jatuh.
“Ya, kita berharap karena ini gawenya pemerintah pusat, kiranya sesegera mungkin agar memperbaiki Jembatan O’ou ini sebelum ada korban,” harapnya.
Buruknya kondisi jembatan diperparah dengan ulah sebagian pemuda yang sering meminta uang pada pengguna jembatan dengan alasan jembatan itu telah diperbaiki ala kadarnya oleh mereka. Tak tanggung-tanggung, uang kutipan mulai Rp 10 ribu hingga Rp 50 ribu harus dikeluarkan pengguna jembatan tiap kali melintasi jembatan ini.
Bagi pengguna Jembatan O’ou saat melintasi harus dengan ekstra hati-hati karena suatu waktu jembatan tersebut dapat membahayakan diri sendiri.
Penulis: Wilson Loi

















