Suaranusantara.com- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) lewat program edukasi “Sikapi Uangmu” kembali mengingatkan pentingnya menjalani financial check-up dalam lingkup keluarga.
Bukan hanya urusan uang, tapi juga wujud cinta yang ditunjukkan melalui pengelolaan keuangan yang bijak dan bertanggung jawab.
Melalui kampanye edukatif yang disebarkan lewat akun Instagram resmi @sikapiuangmu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengajak masyarakat Indonesia untuk mulai terbuka dan sadar pentingnya menjaga “kesehatan” finansial keluarga. Edukasi ini tak hanya menargetkan individu, tapi juga mendorong pasangan untuk melakukan evaluasi keuangan bersama secara rutin.
Salah satu hal penting yang ditekankan adalah besarnya penghasilan yang mampu disisihkan setiap bulan. OJK menyarankan minimal 10–20 persen dari penghasilan dialokasikan untuk masa depan, seperti tabungan dan investasi, agar siap menghadapi berbagai kemungkinan yang datang tak terduga.
Tak kalah penting, dana darurat menjadi pilar penting lainnya dalam evaluasi keuangan. Idealnya, keluarga memiliki cadangan dana minimal tiga hingga enam kali dari total pengeluaran bulanan. Dana ini akan menjadi “pelindung” saat muncul kejadian tak terencana seperti kehilangan pekerjaan atau kondisi medis mendesak.
OJK juga mengingatkan pentingnya perlindungan dasar melalui asuransi. Keanggotaan BPJS Kesehatan menjadi langkah awal yang wajib dimiliki setiap anggota keluarga. Bagi keluarga yang memiliki kemampuan lebih, perlindungan tambahan berupa asuransi jiwa dan pendidikan dapat menjadi investasi jangka panjang yang bijak.
Terakhir, kemampuan mengelola utang menjadi penentu kestabilan finansial. OJK menekankan bahwa total cicilan yang dimiliki keluarga sebaiknya tidak melebihi 30 persen dari total penghasilan bulanan. Jika angka ini terlampaui, risiko keuangan akan meningkat dan berpotensi menyebabkan tekanan emosional yang bisa memengaruhi keharmonisan rumah tangga.
Melalui edukasi yang ringan namun bermakna, OJK berharap masyarakat semakin sadar bahwa evaluasi keuangan bukan hanya perkara angka, tapi juga bentuk kasih sayang dan tanggung jawab terhadap kesejahteraan keluarga.


















Discussion about this post