Suaranusantara.com- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan bergerak melemah secara terbatas pada Jumat (4/7/2025). Sehari sebelumnya, indeks ditutup turun tipis 3,19 poin atau 0,05 persen ke posisi 6.878,05.
Maximilianus Nico Demus dari Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan bahwa IHSG secara teknikal berada dalam kecenderungan koreksi, dengan level support di 6.810 dan resistance di 6.960. Ia mengingatkan investor untuk memperhatikan perkembangan data ketenagakerjaan Amerika Serikat, yang bisa memengaruhi arah pasar global.
Nico menjelaskan bahwa kenaikan pada Nonfarm Payrolls dari 144.000 menjadi 147.000 di AS memang menunjukkan perbaikan. Namun, penurunan tajam pada Private Payrolls dari 137.000 ke 74.000 dianggap sebagai sinyal campuran yang dapat memicu kehati-hatian investor.
“Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi melemah dengan support dan resistance 6.810– 6.960,” ujar Nico.
Pasar tenaga kerja memang sedang tidak baik baik saja, sehingga memberikan kepastian dan tingkat keyakinan yang jauh lebih besar bahwa pasar tenaga kerja terkonfirmasi melambat. Meskipun demikian, data pengangguran justru masih membaik karena mengalami penurunan dari sebelumnya 4,2 persen menjadi 4,1 persen.
Namun ia tidak yakin hal tersebut akan bertahan lebih lama, sedangkan upah saja mengalami penurunan dari sebelumnya 3,8 persen menjadi 3,7 persen YoY.
Hal ini yang membuat situasi dan kondisi data ketenagakerjaan cenderung dipersepsikan melemah. Alhasil imbal hasil obligasi US Treasury 2y mengalami kenaikkan ke level tertingginya dalam kurun waktu 2 minggu terakhir.
Sementara itu dari dalam negeri, aktivitas sektor manufaktur Indonesia terus mengalami tekanan pada Juni 2025. Indeks PMI Manufaktur yang dirilis S&P Global turun dari sebelumnya 47,4 menjadi 46,9 untuk Mei. Ini menandakan kontraksi selama tiga bulan berturut-turut dan memburuknya kondisi industri.

















Discussion about this post