Suaranusantara.com- Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan Senin, 28 Juli 2025. Berdasarkan data yang dihimpun dari Bloomberg, greenback kini diperdagangkan di kisaran Rp 16.327 per dolar AS.
Angka ini mengalami kenaikan sekitar tujuh poin atau 0,04 persen dibandingkan posisi sebelumnya.
Penguatan dolar AS tidak hanya dirasakan oleh rupiah. Beberapa mata uang utama lainnya turut terdampak, meskipun tidak semuanya melemah. Yen Jepang dan pound sterling misalnya, juga mengalami penurunan nilai terhadap dolar AS. Mata uang Negeri Sakura tercatat turun 0,14 persen, sementara pound Inggris terkoreksi tipis 0,01 persen.
Namun, tidak semua pasangan mata uang menyerah pada dominasi dolar AS. Beberapa mata uang berhasil memberikan tekanan balik. Dolar Australia tercatat menguat 0,03 persen terhadap dolar AS. Hal yang sama juga terjadi pada dolar Singapura yang naik tipis 0,04 persen, serta euro yang mencatatkan kenaikan sebesar 0,08 persen. Yuan China pun sedikit menguat dengan kenaikan 0,02 persen terhadap greenback.
Fluktuasi ini mencerminkan dinamika global yang masih bergerak cukup agresif, di tengah berbagai isu ekonomi seperti inflasi, arah suku bunga, dan ketegangan geopolitik yang belum sepenuhnya mereda. Para pelaku pasar pun masih mencermati berbagai data ekonomi terbaru untuk memproyeksikan pergerakan nilai tukar dalam waktu dekat.


















Discussion about this post