
Jakarta-SuaraNusantara
Kepolisian Inggris memastikan pelaku teror Manchester dalam konser Ariana Grande telah menewaskan 22 orang dan melukai 59 lainnya. Pelakunya diketahui bernama Salman Ramadan Abedi (23).
“Saya memastikan bahwa pelaku adalah Salman Abedi,” kata Kepala Kepolisian Manchester Ian Hopkins kepada wartawan seperti dilansir Global News edisi Rabu 25 Mei 2017.
Sekitar dua lusin pasukan bersenjata berat mengepung kediaman Abedi dan menggunakan peledak sebelum memasuki rumah tersebut. Polisi juga menangkap seorang pemuda berusia 23 tahun di supermarket di Chorlton. Polisi kemudian menyelidiki apartemen sang pria.
Salman Abedi lahir di Manchester, Inggris pada 1994. Ia merupakan anak bungsu dari empat bersaudara. Ayah dan ibunya merupakan pasangan asal Libya yang melarikan diri ke Inggris untuk menghindari kekejaman rezim Muamar Qadhafy. Ironisnya, di negeri lain yang telah berbaik hati menerima keluarganya, Abedi malah menebar teror kekejaman.
Menurut harian The Telegraph edisi Rabu 24 Mei 2017, orang tua Abedi telah kembali ke Libya, setelah kondisi politik negara itu membaik paska tewasnya Moammar Khadafi, namun Salman Abedi dan kakaknya Ismail ditinggalkan di Inggris.
Salman Ramadan Abedi yang lebih dikenal di komunitas muslim Manchester dengan nama Abu Ismael Abedi, merupakan muazin di Masjid Didsbury. The Independent melaporkan bahwa ayah Salman dikenal sangat taat beribadah dan anti-ISIS.
“Abu Ismail akan sangat sedih jika mengetahui hal ini. Ia selalu melawan ideologi teroris, terutama ISIS,” ujar seorang sahabat keluarga kepada The Independent.
Sejumlah pihak menyebut Salman Abedi sebagai pribadi yang aneh dan fanatik. Mohammed Saeed El-Saeiti, Imam Masjid Didsbury menyebutnya sebagai ekstrimis kepada The Telegraph. “Wajahnya sangat marah saat saya berkhorbah anti-ISIS.”
Sementara Lina Ahmed, seorang tetangga keluarga Abedi menyebut pria itu pernah bertingkah aneh. “Dua bulan lalu Salman tiba-tiba melantunkan ayat suci Al Quran di jalanan dengan keras.”
Meski kelompok Negara Islam Irak dan Suriah mengklaim Salman Abedi sebagai prajurit mereka yang melancarkan serangan di Inggris, polisi masih belum dapat mengkonfirmasi klaim tersebut.
Penulis: Askur

















