Suaranusantara.com- Media sosial tengah dihebohkan dengan kemunculan baliho bergambar wajah Presiden RI Prabowo Subianto yang terpampang besar di jalanan Tel Aviv Israel.
Baliho itu merupakan bagian dari kampanya yang dilakukan oleh Abraham Accords yang mendukung untuk para pemimpin dunia menyelesaikan konflik Israel dan Palestina.
Abraham Accords adalah perjanjian antara Israel dengan sejumlah negara Arab-Muslim untuk normalisasi hubungan diplomatik pasca konflik di masa lalu. Perjanjian ini dibuat pada 2019 oleh pemerintahan Trump periode pertama.
Sejumlah negara, seperti Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Maroko, dan Sudan menandatangani perjanjian ini.
Dalam baliho itu, foto Prabowo berada di urutan terakhir bersanding dengan para pemimpin Arab Presiden Uni Emirat Arab Mohammed bin Zayed Al-Nahyan, Raja Yordania Abdullah II, Pangeran Arab Saudi Mohammed bin Salman, Presiden Mesir Abdul Fattah as-Sisi.
Selain pemimpin Arab, baliho itu juga memasang wajah Presiden AS Donald Trump, dan dua pemimpin dari negara yang berkonflik, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas.
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Gerindra, Kawendra Lukistian mengatakan dengan tegas bahwa Prabowo sangat mendukung kemerdekaan Palestina.
“Presiden Prabowo sikapnya jelas, kemerdekaan dan kedaulatan Palestina adalah kunci utama perdamaian abadi,” kata Wasekjen Gerindra Kawendra Lukistian saat dimintai konfirmasi, Selasa 20 September 2025.
Kawendra meminta tak ada tafsir lain atas sikap Prabowo terhadap Palestina. Dia menegaskan Prabowo mendukung penuh kedaulatan dan kemerdekaan Palestina.
“Selama kedaulatan dan kemerdekaan penuh negara Palestina belum terwujud secara nyata, maka tidak perlu ada tafsir lain,” kata anggota Komisi VI DPR RI itu.
Dalam unggahan akun X @AbrahamShield25, tertulis bahwa Koalisi Israel untuk Keamanan Regional telah meluncurkan kampanye papan reklame baru yang mendesak pemerintah untuk mendukung inisiatif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengakhiri perang di Gaza dan memperluas Perjanjian Abraham.


















Discussion about this post