
Jakarta-SuaraNusantara
Sedikitnya 8 orang tewas dan 11 lainnya cedera di New York, Amerika Serikat (AS), setelah sopir truk masuk ke jalur sepeda di Lower Manhattan dekat Gedung World Trade Center, dan menabrak sejumlah orang di sana.
Dalam insiden yang terjadi pada 31 Oktober 2017 pukul 15.00 waktu setempat, seorang pria berusia 29 tahun yang diketahui menjadi pengendara truk tersebut ditembak oleh polisi setelah keluar dari truknya dengan membawa pistol dan berteriak-teriak. Pria dengan luka tembakan itu pun berhasil diringkus.
Komisaris New York Police Department (NYPD) James O’Neill mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, sebuah kendaraan yang disewa dari Home Depot menyerang pesepeda dan pejalan kaki di sepanjang jalur sepeda yang terdiri dari 20 blok. Kendaraan itu kemudian terhenti setelah menabrak bus sekolah, melukai dua orang dewasa dan dua anak.
“Orang-orang yang meninggal dan terluka baru saja pergi, pulang kerja atau sekolah atau menikmati sinar matahari dengan sepeda mereka. Ini adalah tragedi yang sangat besar bagi banyak orang, bagi banyak keluarga di New York,” kata O’Neill, dikutip dari BBC, Rabu (1/11/2017).
Sementara Wali Kota New York Bill de Blasio mengatakan, peristiwa ini merupakan tindakan pengecut yang ditujukan kepada warga sipil yang tidak bersalah. Diketahui, para korban tewas dan terluka merupakan warga biasa yang baru saja pergi, pulang kerja atau sekolah atau menikmati sinar matahari dengan sepeda mereka. Para korban sama sekali tidak tahu apa-apa.
“Kami tahu bahwa tindakan ini dimaksudkan untuk menghancurkan semangat kami, tapi kami juga tahu bahwa orang-orang New York kuat, orang-orang New York tangguh dan semangat kami tidak akan pernah padam oleh tindakan kekerasan dan tindakan yang dimaksudkan untuk mengintimidasi kami,” kata Bill de Blasio.
Presiden AS Donald Trump yang belakangan ini popularitasnya terus merosot turut mengomentari insiden tersebut. “Di NYC, terlihat seperti serangan lain oleh orang yang sangat sakit dan gila. Penegakan hukum akan sangat ketat. Kami tidak boleh membiarkan ISIS kembali, atau masuk negara kami setelah mengalahkan mereka di Timur Tengah dan tempat lain. Cukup!” kata Trump dalam akun Twitternya.
Pelaku diduga bernama Sayfullo Habibullaevic Saipov. Imigran muslim asal Uzbekistan yang datang ke Amerika Serikat pada 2010.
Dalam serangan itu dilaporkan tak ada korban Warga Negara Indonesia. Lewat akun Twitter, Kemlu dan KJRI New York menyatakan akan terus mengikuti perkembangan aksi teror serangan truk itu.
“Bagi WNI yang membutuhkan bantuan, silahkan hubungi Hotline KJRI New York: +1 (929) 278-6298 atau +1 (347) 806-9279,” tulis akun @kjri_ny.
Penulis: Yono D

















