SuaraNusantara.com – Sebanyak tiga orang petinggi Twitter di bidang keamanan dan privasi mengundurkan diri, hal itu membuat platfrom milik Elon Musk ini menghadapi ancaman.
Pengambil alih Twitter oleh Elon Musk dengan sekilai 44 miliar dollar itu tak bisa memungkiri bahwa kondisi Twitter tengah dalam kondisi yang labil di tengah gempuran berbagai masalah perekonomian.
Selain itu, Twitter juga terpaksan menelan pil pahit lantaran orang-orang yang berpengaruh di perusahaan yang berlogo burung biru itu tersebut
Elon Musk bahkan tak segan mengatakan bahwa Twitter kemungkinan bisa bangkrut karena adanya masalah regulasi privasi dari Pemerintah Amerika Serikat dan keluarnya tiga orang senior di bidang tersebut.
Tiga orang senior tersebut mengatakan bahwa Elon Musk bahkan mengutarakan kekhawatirannya itu pada email pertama yang ia kirim usai mengakuisisi Twitter.
Elon Musk memberitahukan bahwa Twitter tidak akan dapat bertahan dari penurunan ekonomi yang akan datang jika gagal meningkatkan pendapatan berlangganan untuk mengimbangi penurunan pendapatan iklan.
Yoel Roth salah satu senior di Twitter bidang keamanan dan privasi Twitter mengundurkan diri.
Sebelumnya pada Kamis, 10 November 2022 lalu, Kepala Petugas Keamanan Informasi Twitter Lea Kissner juga telah menulis cuitan yang mengatakan bahwa dia sudah berhenti dari pekerjaannya tersebut.
Selain itu, dihari yang sama sejumlah petinggi lainnya mengundurkan diri yakni Chief Privacy Officer Damien Kieran dan Chief Compliance Officer Marianne Fogarty juga mengundurkan diri pada hari yang sama dengan Lea Kissner.
Tidak hanya itu, dikabarkan juga Twitter akan kehilangan seorsng eksekutif pada bidang penjuala iklan, ia adalah Robin Wheeler.(ifn)


















Discussion about this post