Suaranusantara.com- Kondisi kehamilan merupakan salah satu faktor risiko yang menyebabkan munculnya masalah kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil. Selama masa kehamilan, ibu hamil mungkin mengalami perubahan perilaku dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut seperti merasa malas menyikat gigi oleh karena sering mangalami mual dan muntah.
Perubahan hormon kehamilan serta morning sickness (mual muntah) memicu meningkatnya suasana asam dalam mulut yang dapat mempercepat terjadinya kerusakan gigi, radang gusi dan penyakit mulut lainnya. Kondisi gigi dan mulut yang buruk pada ibu hamil dapat berisiko kelahiran bayi prematur, bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) dan infeksi yang dapat membahayakan janin yang dikandungnya. Hal ini menunjukkan bahwa perlunya perhatian khusus dari tenaga kesehatan untuk mengurangi risiko tersebut.
Dalam meningkatkan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil, diperlukan upaya terpadu dari berbagai pihak. Pendidikan kesehatan gigi mulut dalam bentuk pelatihan dan penyuluhan pada Kader Posyandu perlu ditingkatkan dalam kegiatan rutin Kader Posyandu. Selain itu, peningkatan promosi kesehatan gigi dan mulut dengan pembentukan kader kesehatan gigi mulut di Posyandu sangat diperlukan. Melalui pendekatan holistik ini, diharapkan dapat menurunkan prevalensi gigi berlubang serta penyakit gusi yang akan meningkatkan status kesehatan gigi dan mulut ibu hamil secara menyeluruh.
Berdasarkan latar belakang tersebut, tim Fakultas Kedokteran Gigi Univeristas Prof Dr. Moestopo (Beragama) Jakarta telah melaksanakan kegiatan program pengabdian kepada masyarakat dengan judul “Pemanfaatan Buku Saku Kader Posyandu Kesehatan Gigi Mulut Ibu Hamil Untuk Peningkatan Pengetahuan dan Kemampuan Mendeteksi Penyakit Gigi Muut di Posyandu Peruri, Pisangan, Ciputat Timur Tangerang Selatan”.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk pertanggungjawaban dana hibah dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi untuk Pengabdian Kepada Masyarakat dengan Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, Ruang Lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat, tahun pendanaan 2025. Tim terdiri dari tiga orang dosen dengan
latar belakang keilmuan Ilmu Kesehatan Gigi Masyarakat dan Pencegahan serta Ilmu Penyakit Mulut, diketuai oleh drg Mutiara Rina Rahmawati Ruslan, MPH, bersama anggotanya drg. Sarah Mersil, Sp.PM, drg, Lukas Kusparmanto, MARS dan Dr. Yufitri Mayasari, drg. M.Kes. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa berdasarkan prinsip Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang terdiri dari Muhamad Agung Nugroho, Anindya Syafara Mulyanto, serta anggota pendukung lapangan Nadine Riana. Adapun mitra yang menjadi target dalam kegiatan ini adalah Kader Posyandu Peruri, Pisangan yang beralamat di Jl, Peruri V RT 008 RW 002 Pisangan, Ciputat Timur Tangerang Selatan 15446
Kegiatan ini terdiri dari 5 tahapan yaitu 1) sosialisasi, 2) pelatihan Kader Posyandu, 3) penerapan teknologi buku saku dan kartu pemeriksaaan kesehatan gigi mulut, 4) pendampingan dan evaluasi praktik Kader mendeteksi penyakit gigi mulut kepada ibu hamil, dan 5) monitoring keberlanjutan kegiatan Kader di Posyandu Peruri, Pisangan, Ciputat Timur.
Secara garis besar kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi serta pelatihan mendeteksi penyakit gigi mulut kepada 10 Kader Posyandu Peruri, Pisangan. Diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini, Kader Posyandu dapat berfungsi sebagai Kader Kesehatan Gigi dan Mulut yang memiliki pengetahuan mengenai gigi dan mulut serta mampu mendeteksi permasalahan kesehatan gigi mulut pada ibu hamil secara mandiri.
Kegiatan ini diadakan pada hari Kamis 30 Oktober 2025 bertempat di Posyandu Peruri Pisangan, Ciputat Timur, Tangerang Selatan. Peserta pelatihan pemanfaatan buku saku kader kesehatan gigi mulut ibu hamil terdiri dari 10 Kader Posyandu. Kegiatan diawali dengan mengerjakan pre-test oleh Kader Posyandu lalu diberikan edukasi dengan poster yang berjudul “KEMBANGI” (Kenali Masalah Ibu Hamil Pada Gigi dan Gusi) yang disampaikan oleh dokter gigi disertai dengan demonstrasi cara menyikat gigi yang baik dan benar. Kegiatan edukasi diakhiri dengan mengerjakan post-test oleh para Kader.
Kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan mendeteksi kondisi kesehatan gigi dan mulut dengan menggunakan buku saku yang berisi permasalahan-permasalahan rongga mulut selama kehamilan, dampaknya, penyebab dan cara mengatasinya. Lalu para kader diminta untuk melakuakan pemeriksaan antar kader untuk mendeteksi kondisi gigi mulut pada ibu dengan panduan buku saku tersebut serta mengisi kartu pemeriksaan gigi mulut.
Kader Posyandu juga dilatih menggunakan Kartu Pemeriksaan Gigi Mulut yaitu kartu yang berisi checklist kondisi gigi dan mulut ibu hamil. Kader Posyandu diharapkan dapat mengisi kartu ini untuk mencatat hasil pemeriksaan visual terhadap kondisi gigi dan mulut ibu hamil. Peserta yang telah mengikuti pelatihan ini disematkan pin “Kader Kesehatan Gigi Mulut”.
Ketua tim kegiatan, drg. Mutiara Rina Rahmawati Ruslan, MPH., menjelaskan, Buku Saku Kader Kesehatan Gigi Mulut Ibu Hamil yang diberikan pada pelatihan ini pernah diterapkan kepada kader di Posyandu Wilayah Pisangan lainnya, namun belum ada Kartu Pemeriksaan Gigi Mulut pada Ibu Hamil. Kegiatan pelatihan pemanfaatan Buku Saku dan Kartu Pemeriksaan Gigi Mulut kepada Kader Posyandu Peruri merupakan pilot project untuk pembentukan Kader Kesehatan Gigi dan Mulut.
Diharapkan para Kader Posyandu Peruri dapat mensosialisasikan pengetahuan dan kemampuan mendeteksi ke posyandu-posyandu lain yang berada wilayah keluarahan bahkan kecamatan di Tangerang Selatan. Kami berharap kegiatan ini akan berguna dalam upaya pencegahan penyakit gigi dan mulut secara dini yang dimulai dari masa kehamilan sehingga Kesehatan ibu dan bayi yang dikandungnya dapat terjaga.


















Discussion about this post