Suaranusantara.com- Indonesia dikabarkan kini terserang virus influenza Subclade K atau ‘super flu‘. Ada 62 kasus yang kini tengah melanda Indonesia.
Terlebih kasus ini melanda usai liburan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Di mana para pekerja termasuk anak-anak sekolah sebagian besar sudah mulai beraktifitas seperti biasa.
Sebanyak 62 kasus super flu melanda Indonesia, Kepala Biro Komunikasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Aji Mulawarman menekankan bahwa kunci menghadapi varian H3N2 Subclade K adalah kombinasi antara perilaku hidup bersih dan proteksi medis.
Bagi pekerja yang setiap hari terpapar keramaian, disarankan untuk memperkuat imun. Namun, apabila benar-benar sakit maka diimbau untuk beristirahat di rumah guna mengurangi risiko penularan.
“Tetap di rumah bila sakit, banyak istirahat, konsumsi obat antivirus untuk redakan gejala, terapkan etika batuk dan gunakan masker,” kata Aji, Senin 5 Januari 2026.
Kemenkes juga mengimbau agar kelompok berisiko dianjurkan vaksinasi. Vaksin influenza disebut tetap efektif untuk mencegah sakit berat, rawat inap dan kematian
“Dianjurkan melakukan vaksinasi influenza tahunan terutama untuk kelompok rentan: lansia, ibu hamil, komorbid,” tutur dia.
Hal senada sebelumnya juga dilontarkan oleh Anggota Unit Kerja Koordinasi Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr dr Nastiti Kaswandani, SpA, SubspRespi(K) yang mengungkap vaksin influenza yang tersedia saat ini masih efektif untuk digunakan sebagai perlindungan.
“Efektivitasnya di penelitian-penelitian sebelumnya untuk mencegah penularan itu cukup baik ya 62 persen, tapi untuk mencegah kematian dia lebih tinggi (tingkat efektivitasnya),” ungkap dr Nastiti dalam konferensi pers IDAI secara daring, Senin 29 Desember 2025.
Vaksin sendiri punya peran penting untuk pencegahan penularan.
“Karena memang vaksin itu bisa berperan mencegah penularan, tapi kita lebih banyak mengharapkan dari vaksin itu, mungkin tidak 100 persen mencegah penularan, tapi mencegah severity atau keparahan,” sambungnya.
Dengan vaksin influenza, diharapkan pasien yang apabila tertular nantinya tidak memiliki gejala yang berat, seperti sesak napas, dan tidak perlu mendapatkan perawatan rumah sakit. Gejala ringan yang mungkin muncul meliputi demam, batuk, dan pilek.
Pada saat ini, vaksin influenza yang tersedia terdiri dari trivalent (perlindungan 3 jenis virus) dan quadrivalent (perlindungan 4 jenis virus).
dr Nastiti menegaskan keduanya bagus didapatkan sebagai bentuk pencegahan super flu.
Jadi, sekarang tiga boleh, empat boleh. Karena di Indonesia vaksin yang di Indonesia masih banyak yang empat. Yang empat valen lebih banyak ketersediaannya dibanding yang tiga,” ungkap dr Nastiti.
dr Nastiti menambahkan hingga saat ini belum ada penelitian yang secara pasti mengonfirmasi super flu dapat menyebar lebih cepat dan menimbulkan gejala yang lebih barah. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahuinya.
“Ini tidak terbukti keparahan lebih daripada varian lainnya. Masih mirip dengan varian yang lain yang flu A (Influenza A). Imunisasi influenza masih bisa menurunkan penularan dan keparahan,” tandasnya.


















Discussion about this post