
Jakarta-SuaraNusantara
Mohammad Renaldy (23) diringkus polisi setelah kedapatan berjualan dumolid. Konsumennya kebanyakan adalah remaja dan tukang parkir.
“Biasanya tukang parkir, ada ABG juga yang beli,” ujarnya di Mapolsek Mampang, Jakarta Selatan, Rabu (9/8/2017).
Renaldi diringkus saat berada di tokonya, Jl. Haji Terin, RT. 07/03, Cinere, Depok, Rabu dinihari. Penangkapan tersebut, merupakan pengembangan dari laporan warga yang mengeluhkan aktifitas terlarang tersangka.
“Dari situ kita tangkap karena terbukti mengedarkan obat psikotropika golongan empat,” terang Kanit Reskrim Polsektro Mampang Iptu Fajrul Choir.
Beberapa barang bukti berupa obat tak berizin itu telah diamankan polisi. Antara lain, 12 butir obat penenang jenis Dumolid, 4.510 butir Tramadol, 2.300 butir Trihex, 137 butir Lorazepam, dan 36 butir Aprazolam.
Renaldy mengaku berjualan dumolid secara acak. Dari cerita mulut ke mulut, konsumennya tahu dia menjual dumolid. Untuk menutupi kedoknya, dia membuka toko kosmetik.
“Paling jual dari mulut ke mulut. Kalau ada yang tanya dan mau beli, ujarnya.
Nama Dumolid santer terdengar setelah publik dikejutkan dengan penangkapan Tora Sudiro dan Mieke Amalia, beberapa hari lalu. Kepada polisi, Tora yang baru saja promo film Warkop DKI Reborn 2 ini mengaku mengkonsumsi Dumolid supaya bisa tidur.
Dari berbagai sumber yang dirangkum SuaraNusantara, diketahui Dumolid memang merupakan obat untuk mengatasi gangguan tidur (insomnia) parah, kejang-kejang, gangguan kecemasan, dan depresi.
Obat Dumolid ini adalah nama mereknya, sedangkan obat generiknya atau kandungannya adalah nitrazepam yang termasuk ke dalam kelas obat Benzodiazepin, atau obat penenang. Jadi, bisa saja nitrazepam ini terkandung dalam merek obat lain, tidak melulu harus merek Dumolid.
Kalau dulu kita mengenal heroin, ekstasi, dan sabu menjadi narkoba primadona di kalangan anak muda, di era modern seperti sekarang mereka lebih suka menyalahgunakan obat-obatan yang bukan murni obat golongan narkoba. Salah satunya obat Dumolid ini.
Sama seperti narkoba, Dumolid dikonsumsi untuk mendapatkan efek agar dapat lebih konsentrasi dan meningkatkan kepercayaan diri. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet 5 mg dan 10 mg.
Nitrazepam yang terkandung dalam Dumolid adalah obat yang termasuk ke dalam psikotropika golongan IV. Apabila ingin mendapatkan obat golongan psikotropika harus dengan resep dokter terlebih dulu. Karena dikhawatirkan apabila seseorang mendapatkan obat ini tanpa resep dari dokter dia akan menyalahgunakannya.
Efek yang ditimbulkan ketika mengonsumsi nitrazepam 5 mg atau 10 mg adalah menimbulkan perasaan tenang dan relaksasi secara fisik dan mental, dan dapat mengakibatkan efek ketergantungan pada yang sering menggunakannya.
Seperti halnya dengan obat-obat lainnya, Dumolid juga berpotensi menyebabkan efek samping. Efek samping yang umum terjadi di antaranya depresi, gangguan emosi dan konsentrasi, linglung/bingung, mengantuk berlebihan, dan penurunan tekanan darah serta pernapasan.
Penulis: Yon K

















