Suaranusantara.com- Pengamat Pengamat Politik sekaligus Dosen Pascasarjana Universitas Sahid Jakarta, Saiful Anam turut merespon soal putra tunggal Presiden RI Prabowo Subianto, Didit Hediprasetyo yang halal bihalal (halbil) ke sejumlah tokoh bangsa salah satunya ke Ketum PDI Perjuangan sekaligus Presiden ke 5 RI Megawati Soekarnoputri pada momen Lebaran Idulfitri 1446 H Senin 31 Maret 2024.
Didit Hediprasetyo diketahui pada momen Lebaran Idulfitri 1446 H tak hanya menyambangi kediaman Megawati. Dia juga datang ke Solo guna berlebaran dengan Presiden ke 7 RI Joko Widodo atau Jokowi.
Anam menilai, dengan Didit Hediprasetyo menyambangi ke rumah-rumah para tokoh bangsa saat momen Lebaran Idulfitri 1446 H, ini bisa menjadi contoh bagi Jokowi dan Megawati untuk menunjukan sikap dewasa.
Anam mengatakan seharusnya konflik ‘perang dingin’ antara Jokowi dan Megawati disudahi.
“Mestinya baik Jokowi maupun Mega sama-sama menunjukkan sikap dewasa dan elegan,” kata Anam pada Selasa 1 April 2025.
Menurut Anam, Jokowi dan Megawati sebagai senior di politik tidak boleh kalah dewasa dengan putra Prabowo, Didit Hediprasetyo.
“Ini sungguh kekanak-kanakan yang ditunjukkan baik oleh Mega maupun Jokowi, keduanya mempertontonkan ketidakberwibawaan seorang tokoh bangsa, jika tokoh bangsanya seperti ini maka jangan salahkan jika rakyatnya saling cakar-cakaran,” ujarnya.
Anam berharap, semua tokoh bangsa harus saling berangkulan dan ikut andil dalam memajukan Indonesia.
“Saya kira ke depan harus menunjukkan sikap politik yang sejuk dan menentramkan rakyat. Jangan kemudian karena perbedaan politik mengakibatkan menjadi musuh abadi,” kata Anam.
Adapun Jokowi tidak menghadiri undangan Presiden Prabowo Subianto ke Istana Negara untuk halal bihalal. Jokowi mengaku memilih untuk tetap di Solo berlebaran bersama keluarga.
“(Ke Jakarta ketemu Pak Prabowo?) Nggak, nggak, Lebaran di sini (Solo),” katanya di Graha Saba Buana, Solo, Jawa Tengah, pada Senin 31 Maret 2025.
Ketidakhadiran itu ditenggarai karena takut bertemu Megawati, yang juga tidak hadir ke Istana Negara.


















Discussion about this post