Suaranusantara.com – Aliansi Poros Pemuda untuk Kebenaran menggeruduk Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, pada Rabu (16/4/2025).
Dalam unjuk rasa damai itu, massa aksi yang berjumlah 15 orang mendirikan tenda tepat di depan Balai Kota DKI Jakarta. Adapun aksi tersebut telah berlangsung dari kemarin.
Koordinator lapangan aksi, Ahmad Setiawan menyampaikan tuntutannya kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Ia menyebut layanan perbankan Bank DKI bobrok dan meminta Direktur Utama (Dirut) Bank DKI Agus Haryoto Widodo dicopot dari jabatannya.
“Pelayanan yang bobrok, terutama di JakOne Mobile dan tarik tunai, sangat meresahkan nasabah dan terus berulang tanpa ada perbaikan,” kata dia kepada wartawan di depan Balai Kota DKI Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (16/4/2025).
Ahmad mengungkapkan, unjuk rasa digelar sebagai bentuk protes dan mewakili keresahan nasabah serta publik atas berbagai permasalahan yang menimpa Bank DKI, khususnya dalam kurun waktu beberapa hari lalu. Pasalnya, hal tersebut sangat merugikan nasabah.
“Kami membawa tema besar, meminta Bapak Gubernur DKI Jakarta untuk segera mencopot Direktur Utama Bank DKI. Pengelolaan yang carut marut di Bank DKI ini merugikan nasabah,” ungkap dia.
Menurut dia, masalah yang terus berulang itu dianggap sebagai tanda ketidakprofesionalan seluruh jajaran direksi Bank DKI.
Terlebih, salah satu masalah yang sering dikeluhkan perihal dengan layanan JakOne Mobile dan tarik tunai yang kerap mengalami gangguan, bahkan masih berlangsung hingga hari ini.
Ahmad lantas menyebut, kinerja direksi Bank DKI dianggap sangat buruk yang berakibat timbulnya berbagai keluhan dari banyak nasabah.
Untuk itu, ia menegaskan, pihaknya akan tetap bertahan hingga Gubernur Pramono bersedia menemui dan berdialog secara langsung untuk berdialog perihal tuntutannya.
“Kami mendirikan tiga tenda dengan jumlah 15 orang. Harapan kami, Bapak Gubernur DKI Jakarta dapat segera menerima dan berdialog langsung dengan kami,” pungkasnya.
Sekadar informasi, aksi tersebut berlangsung tertib tanpa adanya tindakan yang anarkis. Polisi pun terlihat berjaga untuk memantau aksi secara langsung.


















Discussion about this post