
Jakarta-SuaraNusantara
Presiden Joko Widodo (Jokowi) Sabtu (13/5/2017) hari ini berangkat ke Beijing, China, guna menghadiri pertemuan Forum One Belt One Road (OBOR), yang akan digelar di negara tersebut pada Minggu s/d Senin (14-15 Mei) ini. Selain Jokowi, pertemuan tersebut juga akan dihadiri sekitar 20 kepala negara/pemerintahan.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Arrmanatha Nasir mengatakan, tujuan pemerintah RI menghadiri forum tersebut adalah untuk melihat posisi dan peluang Indonesia dalam rencana strategi pembangunan OBOR tersebut.
“Kehadiran Indonesia, tujuan utamanya meningkatkan kerja sama percepatan pembangunan infrastruktur nasional, seperti yang terkait dengan pembangunan pelabuhan, tol, dan sebagainya,” kata Arrmanatha dalam konferensi pers, di kantor Kemlu, Jakarta, Jumat (12/5/2017) kemarin.
Selain itu, lanjut Jurubicara Kemlu itu, kehadiran pemerintah Indonesia dalam pertemuan Forum OBOR itu juga bertujuan untuk mendapatkan dukungan bagi implementasi cetak biru (blueprint) konektivitas dan pembangunan infrastruktur nasional.
Armanatha menjelaskan, pertemuan yang akan dihadiri oleh sekitar 20 kepala negara/pemerintahan itu, bertujuan untuk membahas rencana konsep “One Belt One Road” (OBOR), yakni suatu strategi pembangunan yang diusulkan Presiden Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Xi Jinping yang berfokus pada konektivitas dan kerja sama antarnegara, terutama antara China dan seluruh negara Eurasia, yang terdiri atas dua komponen utama jalur ekonomi – jalur sutra darat dan jalur sutra maritim.
Selain menghadiri Forum OBOR, dalam kunjungannya ke Beijing itu, Presiden Jokowi juga dijadwalkan akan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Swiss, Perdana Menteri Fiji, dan Sekretaris Jenderal Partai Demokratik Liberal Jepang.
Penulis: Cipto

















