Suaranusantara.com – Wakil Ketua Komisi X DPR RI sekaligus Ketua DPP PDIP, Maria Yohana Esti Wijayati meminta pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kebudayaan untuk menghentikan proyek penulisan ulang sejarah Indonesia.
Sebab, menurut dia, proyek tersebut telah menimbulkan polemik dan melukai banyak pihak.
“Kami meminta dengan tegas agar proyek penulisan ini dihentikan, karena sudah menimbulkan polemik dan melukai banyak pihak,” kata Esti, Senin (30/6/2025).
Esti menilai, persoalan tersebut merupakan hal yang serius.
“Itu menunjukkan adanya persoalan serius dalam proses ini. Dan karena di situ banyak persoalan, maka kami dari Fraksi PDI Perjuangan di Komisi X menyatakan dengan tegas, stop proyek penulisan sejarah ini,” ujarnya.
Lebih lanjut, Esti mengatakan, Fraksi PDIP akan menyampaikan pernyataan resminya terkait hal itu dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi X DPR RI bersama Menteri Kebudayaan, Fadli Zon yang dijadwalkan digelar pada pekan ini.
“Kita ingin duduk bersama. Dalam Raker itu, kami akan secara resmi menyampaikan permintaan penghentian proyek penulisan sejarah ini, karena telah menimbulkan banyak problematika, termasuk menjadi sorotan dari dunia internasional,” tutur dia.
Diketahui, proyek penulisan sejarah Kementerian Kebudayaan terus menuai sorotan karena menghilangkan sejumlah babak terutama mengenai pelanggaran HAM berat.
Belakangan, rencana hal itu semakin menuai penolakan menyusul video wawancara Fadli ya g menyampaikan dua pernyataan yang sangat bermasalah dan berujung kritik keras dari banyak lapisan masyarakat.
Ia menyatakan tidak terdapat bukti kekerasan terhadap perempuan, termasuk perkosaan massal, dalam peristiwa 1998.
Kemudian Fadli mengklaim informasi tersebut hanya rumor dan tidak pernah dicatat dalam buku sejarah.


















Discussion about this post