Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Nasional

Rapat DPR RI Fadli Zon Paparkan Soal Kasus Pemerkosaan Massal 1998, Raker Dihujan Interupsi dan Banjir Air Mata Anggota Komisi X

Feri Spt by Feri Spt
3 July 2025
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
Momen Anggota DPR RI Komisi X Fraksi PDI Perjuangan MY Esti menangis usai mendengar pemaparan Fadli Zon selaku Menbud terkait pemerkosaan massal 1998 (instagram @forumkeadilantv)

Momen Anggota DPR RI Komisi X Fraksi PDI Perjuangan MY Esti menangis usai mendengar pemaparan Fadli Zon selaku Menbud terkait pemerkosaan massal 1998 (instagram @forumkeadilantv)

1
SHARES
11
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Suaranusantara.com- Suasana rapat kerja (raker) yang digelar pada Rabu 2 Juli 2025 antara Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon bersama Komisi X DPR RI di Gedung Parlemen, Senayan Jakarta banjir air mata dan interupsi dari Anggota.

Hal ini bermula ketika Fadli Zon memaparkan soal kasus pemerkosaan massal 1998 dalam rapat kerja tersebut.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Maria Yohana Esti Wijayanti merespon sembari menangis.

BACAJUGA

20 Twibbon Imlek 2026 Bergambar Shio Kuda Api, Download Gratis di Sini dan Bagikan di Media Sosial

Prabowo Disebut Ingin Hidupkan Kembali Militerisme, Fadli Zon: Strong Leadership Bukan Dictatorship

“Semakin pak Fadli Zon ini bicara, kenapa semakin sakit ya ?, soal pemerkosaan, mungkin sebaiknya bukan di forum ini pak,” kata Maria pada Rabu 2 Juli 2025.

Maria mengaku pada saat tragedi pemerkosaan 1998, dia tengah berada di Jakarta. Karena kejadian kerusuhan itu membuatnya tidak bisa pulang beberapa hari.

“Karena saya pas kejadian itu juga ada di Jakarta, sehingga saya tidak bisa pulang beberapa hari,” sambung Maria sambil menangis.

Maria menilai bahwa Fadli Zon tidak memiliki kepekaan terhadap persoalan pemerkosaan ini.

“Tetapi ini semakin menunjukan pak Fadli Zon tidak punya kepekaan terhadap persoalan yang dihadapi korban perkosaan,” katanya.

Maria mengatakan bahwa apa yang disampaikan Fadli Zon justru membuat luka semakin dalam.

“Sehingga menurut saya penjelasan bapak yang sangat berteori seperti ini dengan mengatakan bahwa bapak juga aktivis pada saat itu, itu justru akan semakin membuat luka dalam, singkat saja pak, intinya, memang peristiwa itu terjadi,” imbuh Maria.

Selain Maria, Anggota DPR dari Fraksi PDIP Mercy Criesty Barends juga bereaksi serupa terkait apa yang disampaikan Fadli Zon.

“Bapak bicara itu dari tadi itu menahan, menahan, sangat menahan,” kata Mercy.

Diketahui dalam rapat itu Menteri Kebudayaan Fadli Zon menjelaskan alasannya meragukan pemerkosaan terhadap perempuan etnis Tionghoa dalam Tragedi Kerusuhan Mei 1998 berlangsung secara massal.

Menurut dia, diksi massal memiliki makna peristiwa yang terstruktur dan sistematis.

“Massal itu sangat identik dengan terstruktur dan sistematis. Di Nanjing, korbannya diperkirakan 100.000 sampai 200.000, di Bosnia itu antara 30.000 sampai 50.000. Nah, di kita, saya tidak menegasikan bahwa itu terjadi, dan saya mengutuk dengan keras,” ujar Fadli dalam rapat kerja kerja tersebut.

Fadli menyatakan tidak pernah menyangkal adanya peristiwa pemerkosaan dalam kerusuhan Mei 1998.

Fadli mengaku telah mengikuti perdebatan mengenai isu ini selama lebih dari 20 tahun, termasuk berdiskusi secara terbuka di berbagai forum

Dia pun menyatakan siap berdialog sebagai sejarawan, bukan semata sebagai menteri.

“Saya siap sebagai seorang sejarawan dan peneliti untuk mendiskusikan ini. Tidak ada denial sama sekali,” ujarnya.

Meski begitu, politikus Gerindra itu mengaku tetap memiliki sejumlah keraguan terhadap pendokumentasian peristiwa pemerkosaan massal 1998.

Dia pun menyinggung laporan awal Majalah Tempo dan pernyataan aktivis hak asasi manusia Sidney Jones, yang disebutnya kesulitan menemukan korban secara langsung dalam investigasi.

“Ini majalah Tempo yang baru terbit pada waktu itu tahun 98, dibaca disini dan bisa dikutip bagaimana mereka juga melakukan (investigasi),” ucap Fadli sambil mengangkat Majalah Tempo.

“Kalau tidak salah seorang wartawannya mengatakan investigasi tiga bulan soal perkosaan massal itu, ada kesulitan. Sidney Jones mengatakan tidak ketemu satu orang pun korban,” sambungnya.

Fadli juga menyebut adanya potensi narasi yang dimanfaatkan pihak asing untuk memecah belah.

“Jangan sampai kita masuk dalam narasi adu domba dari kekuatan asing. Misalnya, sebelum melakukan perkosaan massal meneriakkan ‘Allahu Akbar’. Itu ditulis, dan juga disebut pelakunya berambut cepak, diarahkan ke militer. Ini narasi yang harus diteliti lebih dalam,” ungkapnya.

 

Tags: Fadli ZonMenbudpemerkosaan massalTionghoa
ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

Kabupaten Tangerang Kirim 2.536 Jemaah Haji Tahun Ini
Nasional

Kemenhaj: 67 Jemaah Haji Masih Dirawat di RS Arab Saudi, Total Wafat Capai 24 Orang 

by SNC 7
11 May 2026

Suaranusantara.com - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyampaikan hingga...

Jelang Puncak Haji 2026, Jemaah Diminta Hemat Tenaga dan Jaga Kesehatan 
Nasional

Jelang Puncak Haji 2026, Jemaah Diminta Hemat Tenaga dan Jaga Kesehatan 

by SNC 7
11 May 2026

Suaranusantara.com - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia mengimbau...

252 Siswa Diduga Keracunan MBG, DPR Minta Dapur Gizi Jakarta Timur Disuspend 

252 Siswa Diduga Keracunan MBG, DPR Minta Dapur Gizi Jakarta Timur Disuspend 

11 May 2026
Kemnaker Gelar Seleksi Kerja Penyandang Disabilitas Tuli

Kemnaker Gelar Seleksi Kerja Penyandang Disabilitas Tuli

11 May 2026
Lestari Moerdijat

Lestari Moerdijat: Persoalan Guru Jangan Dipahami sebagai Masalah Administratif Semata

11 May 2026
Akbar Supratman Sampaikan Permohonan Maaf dan Instruksikan Evaluasi Terkait LCC Empat Pilar 2026 Provinsi Kalimantan Barat

Akbar Supratman Sampaikan Permohonan Maaf dan Instruksikan Evaluasi Terkait LCC Empat Pilar 2026 Provinsi Kalimantan Barat

11 May 2026

Discussion about this post

POPULER MINGGU INI

Presiden ke 7 RI Joko Widodo atau Jokowi dikabarkan jadi Dewan Pembina PSI (instagram @yusufmuhammad)

Lama Tak Terlihat, Begini Kondisi Terbaru Jokowi

10 months ago

PT Ajib Tours Halal Bihalal dan Syukuran Kantor Baru di Cibubur, Didoakan Penuh Berkah

5 days ago
Antisipasi Ajakan Golput, Puluhan Polisi Jaga PSU di Desa Bunar

Antisipasi Ajakan Golput, Puluhan Polisi Jaga PSU di Desa Bunar

7 years ago
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (instagram @pramonoanungw)

Pramono Anung Tak Izinkan Atlet Israel ke Jakarta: Tak Ada Manfaatnya

7 months ago
Ini Hambatan Pemkab Tangerang Soal Pengelolaan Gerai Tangerang Gemilang

Ini Hambatan Pemkab Tangerang Soal Pengelolaan Gerai Tangerang Gemilang

7 years ago

TOPIK: PEMILU 2024

PDIP Menang Pemilu Tiga Kali Beruntun, Tapi Citra Publik Menurun?

Rekomendasi Rakernas V PDI Perjuangan: Penyalahgunaan Kekuasaan Jadi Biang Kerok Pemilu 2024 Terburuk Sepanjang Sejarah Indonesia

Ketua KPU RI di Laporkan ke DKPP; Lakukan Pelanggaran Kode Etik dengan Cara Merayu sampai Buat Asusila

Djarot Sebut PDIP Akan Layangkan Gugatan Pemilu 2024 ke PTUN

450 ASN di Laporkan ke Bawaslu Atas Dugaan Pelanggaran Netralitas Pemilu 2024

PILIHAN EDITOR

Pertahankan Hasil Disertasinya, Marinus Gea Tegaskan ESG Bukan Beban, tapi Sumber Nilai Perusahaan

Bocoran Terbaru Samsung Galaxy S26 Ultra: Pengisian Daya Lebih Cepat, Lebih Cerdas?

Soal Kasus Pandji, Marinus Gea: Demokrasi Tak Boleh Kalah oleh Rasa Tersinggung

Marinus Gea Tanggapi Temuan KPAI: Dugaan Pelecehan oleh Polisi Harus Diusut Tuntas

Habiburokhman: Sistem Peradilan Kita Masih Berat Sebelah

BERITA TERKINI

Internasional

Naik Pesawat TNI! Mobil Maung Prabowo Terbang ke Filipina dan Jadi Sorotan di KTT ASEAN 

by SNC 7
11 May 2026

Suaranusantara.com - Kendaraan taktis Maung MV3 Garuda Limousine milik Presiden Prabowo Subianto menjadi sorotan saat tampil dalam...

Kemenhub Ancam Cabut Izin PO Bus yang Tak Masuk Terminal

11 May 2026

Indonesia-Australia Perkuat Kerja Sama Keselamatan Transportasi hingga 2027 

11 May 2026
Mandiri Bintan Marathon

Komitmen Mandiri Bintan Marathon Untuk Keberlanjutan Lingkungan

11 May 2026
Lestari Moerdijat bicara Hari Batik Nasional 2025 (Instagram @lestarimoerdijat).

Lestari Moerdijat: Dorong Penguasaan AI untuk Pemberdayaan Penyandang Disabilitas di Era Digital

11 May 2026
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

 

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

©2025 SuaraNusantara.com