Suaranusantara.com- Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer, mengungkapkan alasan utama mengapa persoalan yang dihadapi oleh para pengemudi ojek online (ojol) tak kunjung menemukan titik terang.
Menurut Immanuel Ebenezer, ketiadaan aturan yang tegas dan menyeluruh menjadi penyebab utama permasalahan ini terus bergulir tanpa penyelesaian.
Dalam sebuah diskusi publik yang digelar oleh BPJS Ketenagakerjaan bertajuk Dewas Menyapa Indonesia, yang berlangsung di Auditorium BRIN, Jakarta Pusat, pada Senin, 28 Juli 2025, pria yang akrab disapa Noel itu menilai bahwa sejak lama, negara gagal menciptakan regulasi khusus yang mengatur dengan jelas status dan perlindungan bagi pengemudi ojol.
“Puluhan tahun problem driver ojek online dan sebagainya itu tidak teratasi karena kenapa? Tidak ada regulasi yang pasti,” kata Noel, sapaan akrabnya, dalam acara Dewas Menyapa Indonesia yang digelar BPJS Ketenagakerjaan di Auditorium BRIN, MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (28/7/2025).
Lebih lanjut, tokoh yang juga dikenal sebagai Ketua Umum Relawan Jokowi Mania tersebut menyampaikan kekecewaannya terhadap sikap pemerintah yang dianggap abai terhadap nasib para pekerja transportasi berbasis aplikasi tersebut.
Ia menyoroti bahwa alih-alih memberikan solusi, negara justru lebih sibuk membuat aturan-aturan yang pada akhirnya dirasakan hanya membebani pelaku usaha.
Sebagai anggota Partai Gerindra, Noel menilai bahwa kebijakan-kebijakan yang dibuat seringkali hanya berfungsi sebagai alat pemerasan, mirip dengan praktik yang kerap dilakukan oleh sejumlah organisasi kemasyarakatan.
Ia menyatakan bahwa negara terlihat lebih fokus menjalankan kepentingan sendiri ketimbang menghadirkan perlindungan nyata bagi rakyat kecil.
“Saya melihatnya negara kosong, negara sibuk, negara sibuk berbisnis dengan dirinya, negara sibuk memperkenal dirinya seperti ormas, yang sibuk hanya membuat regulasi-regulasi yang ujungnya hanya untuk apa? Meras. Ini fakta yang terjadi,” ujar Noel.


















Discussion about this post