Suaranusantara.com- Tugas Reformasi Polri disebut Jimly Asshiddiqie selaku Ketua Percepatan Reformasi Polri, rampung. Jimly pun ingin melaporkan hasilnya kepada Presiden RI Prabowo Subianto.
Namun, Jimly mengatakan dirinya tengah mencari waktu yang tepat untuk melaporkan hasil dari tugas Reformasi Polri.
Maka dari itu, bertepatan dengan undangan buka puasa bersama di Istana Kepresidenan pada Kamis 5 Maret 2026, Jimly menyempatkan diri untuk berbicara dengan Prabowo terkait tugas Reformasi Polri.
“Nanti saya mau bisik-bisik, minta waktu (Presiden Prabowo),” kata Jimly saat menghadiri silaturahmi dan acara buka puasa bersama Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis 5 Maret 2026.
Jimly mengaku sudah meminta waktu Prabowo untuk membahas hasil dari tugas Reformasi Polri. Namun, kepadatan Prabowo, membuat Jimly belum bisa melapor.
“Sudah, sudah minta. Tapi karena kesibukan beliau, apalagi ini kan ada perang. Jadi, tadinya sebelum pergi ke Amerika, tapi ternyata nggak bisa, janjinya sesudah pulang dari Amerika. Eh, ternyata ada perang,” ujarnya lagi.
Kata Jimly, tidak ada satu tugas pun yang tidak dapat diselesaikan oleh Komisi. Kendati begitu, ada sejumlah keputusan penting yang perlu direview oleh Presiden Prabowo.
Jimly mengatakan ada sejumlah hal yang tidak bisa diputuskan sendiri oleh komisi.
“Jadi, kepada masyarakat luas, saya perlu lapor bahwa Komisi Percepatan Reformasi sudah selesai menjalankan tugasnya tinggal ada keputusan-keputusan yang kami tidak bisa putuskan sendiri,” katanya.
Mengingat hari ini ada undangan buka bersama di Istana, Jimly memanfaatkan waktu untuk melaporkan hasil tugas Reformasi Polri ke Prabowo.
“Makanya ini saya manfaatkan ini, ya, buka puasa sore ini, untuk kasak-kusuk supaya Presiden menyediakan waktu supaya masalah selesai, satu masalah dalam negeri,” jelas Jimly.


















Discussion about this post