Suaranusantara.com – Indonesia melalui Kementerian Pertahanan resmi menandatangani kontrak pembelian 48 unit jet tempur KAAN dari Turki.
Penandatanganan kontrak implementasi dilakukan antara perwakilan pemerintah Indonesia dan Turki pada Sabtu, 26 Juli 2025.
Momen bersejarah ini berlangsung di sela-sela gelaran International Defence Industry Fair (IDEF) 2025 di Istanbul, Turki.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya Indonesia dalam memperkuat kekuatan udara nasional dan mempercepat modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista).
Kesepakatan ini juga mempererat kerja sama strategis antara kedua negara, khususnya di bidang industri pertahanan.
Jet Tempur Generasi Kelima Buatan Turki
KAAN merupakan jet tempur generasi kelima pertama yang sepenuhnya dikembangkan oleh industri pertahanan Turki, yaitu Turkish Aerospace Industries (TAI).
Proyek ambisius ini turut melibatkan BAE Systems, kontraktor pertahanan asal Inggris, dalam kolaborasi teknisnya.
Jet tempur KAAN dirancang untuk menggabungkan keunggulan manuver, kecepatan tinggi, dan kemampuan tempur multi-peran dalam berbagai kondisi.
Pesawat ini melakukan penerbangan perdananya pada Februari 2024 dengan kecepatan 230 knot dan ketinggian sekitar 2.438 meter.
Spesifikasi Utama KAAN
KAAN mampu melesat hingga Mach 1.8 atau sekitar 2.200 km/jam, dan terbang pada ketinggian maksimal 16.764 meter.
Pesawat ini memiliki dimensi panjang 21 meter, lebar 6 meter, dan bentang sayap 14 meter dengan luas total 70 meter persegi.
Dari sisi daya angkut, KAAN dapat membawa amunisi hingga 9 ton, termasuk rudal jelajah jarak jauh jenis Stand-Off Missile (SOM) dengan jangkauan melebihi 250 kilometer.
Ini menjadikan KAAN sebagai pesawat tempur yang sangat fleksibel untuk berbagai misi udara.
Radar Canggih dan Sistem Penggerak Modern
KAAN dibekali radar Murad, sebuah radar AESA (Active Electronically Scanned Array) yang memiliki kemampuan multi-mode.
Teknologi ini memungkinkan jet untuk melacak banyak target sekaligus, melakukan pemetaan tanah resolusi tinggi, dan bahkan melakukan fungsi iluminasi target.
Untuk sistem penggeraknya, KAAN menggunakan dua mesin turbofan afterburning. Prototipe awal ditenagai oleh mesin General Electric F110-GE-129.
Sementara itu, versi produksi ke depan direncanakan akan menggunakan mesin TEI TF35000 buatan lokal yang kini masih dalam tahap pengembangan.
Langkah Strategis Indonesia
Pembelian 48 jet tempur KAAN menandai transformasi penting dalam kekuatan pertahanan udara Indonesia.
Dengan spesifikasi modern dan kemampuan tempur canggih, jet ini diharapkan memperkuat TNI AU dalam menjaga kedaulatan udara nasional.
Kerja sama ini juga membuka peluang lebih luas dalam transfer teknologi dan kolaborasi industri pertahanan antara Indonesia dan Turki di masa depan.***


















Discussion about this post