Suaranusantara.com- Presiden RI Prabowo Subianto mengklaim bahwa selama masa pemerintahannya yang memasuki 300 hari menyatakan telah berhasil mencetak lapangan kerja sebanyak 3,6 juta.
Tak hanya itu, Prabowo juga mengklaim angka pengangguran telah mengalami penurunan sebanyak 4,76 persen.
Prabowo menyampaikan hal tersebut saat Pidato Nota Keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat 15 Agustus 2025
“Tingkat pengangguran turun menjadi 4,76 persen di Februari 2025 dari 4,82 persen tahun lalu dengan 3,6 juta lapangan kerja baru yang berhasil diciptakan,” kata dia.
Prabowo juga menyebut tingkat kemiskinan juga berhasil ditekan hingga ke titik 8,47 persen.
“Tingkat kemiskinan ditekan menjadi 8,47 persen, terendah sepanjang sejarah,” ucap Prabowo
Namun, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris Fraksi PDI Perjuangan menilai bahwa hal tersebut belum terlihat secara real di lapangan.
Dia mengingatkan pemerintah untuk memperbanyak stimulus ekonomi dan program penciptaan kerja yang konkret.
“Pertumbuhan ekonomi dan penambahan lapangan kerja yang disampaikan Presiden belum sepenuhnya terlihat di kehidupan masyarakat. Pemerintah harus memberikan stimulus sosial dan ekonomi agar lapangan kerja betul-betul tercipta,” ujar Charles kepada wartawan, Jakarta, Senin 18 Agustus 2025.
Charles memastikan Komisi IX akan menjalankan tiga fungsi DPR pengawasan, penganggaran, dan legislasi dengan berimbang antara memberikan dukungan terhadap program yang bermanfaat bagi masyarakat serta mengoreksi kebijakan yang dinilai tidak tepat.
Kami tidak akan berhenti mengkritisi program yang merugikan masyarakat, dan mendukung program yang baik agar bisa berjalan optimal,” kata politikus PDIP itu.


















Discussion about this post