Suaranusantara.com- Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad mengatakan akan mengecek terlebih dahulu status keanggotan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Immanuel Ebenezer yang tengah terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK, pada Rabu malam 20 Agustus 2025.
Mengingat Immanuel Ebenezer kader dari Partai Gerindra sejak Pilpres dan Pemilu 2024. Namun, tak diketahui pasti kapan resminya dia bergabung.
“Saya cek lagi. Saya belum tahu (perihal status keanggotan Wamenaker Immanuel Ebenezer),” kata Dasco di kompleks parlemen, Kamis 21 Agustus 2025.
Kata Dasco, dirinya jarang berinteraksi dengan Immanuel Ebenezer. Hal ini dikarenakan pihaknya biasanya lebih banyak berinteraksi langsung dengan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli secara langsung.
“Memang yang berhubungan dengan lembaga itu adalah menterinya,” pungkasnya.
Noel, sebelum ditunjuk menjadi Wamenaker pada Oktober 2024, dia sempat maju dalam pemilu legislatif di dapil Kalimantan Utara, namun tidak terpilih.
Kendati demikian, jejak politik Noel sudah dimulai sejak ia mendirikan organisasi relawan Jokowi Mania dalam dua kali pilpres untuk memenangkan Presiden RI ketujuh itu.
Pada Pilpres 2024, dia sempat mendukung Ganjar Pranowo, namun dukungan itu ia cabut dan beralih ke Prabowo.
Belum genap setahun menjabat sebagai Wamenaker, kini Noel malah terjaring OTT KPK terkait dugaan pemerasan sertifikasi K3.
Noel yang terjaring OTT KPK saat ini masih berada di Gedung Merah Putih untuk menjalani pemeriksaan. Terkait status hukum, KPK memiliki waktu 1×24 jam.
Ssbelumnya, Yassierli sangat menyayangkan hal tersebut terjadi di bawah naungan kementerian yang dia pimpin.
“Saya prihatin dan menyayangkan peristiwa dugaan tindak pidana korupsi yang sedang diproses KPK,” ujar Yassierli dalam konferensi pers di kantornya Kamis, 21 Agustus 2025.
Ia menegaskan komitmennya dalam mendukung penuh kerja KPK.
“Saya menghormati apa yang sedang dijalankan KPK dan mendukung langkah KPK dalam menindak pelaku korupsi,” lanjutnya.
Yassierli mengaku bahwa peristiwa ini menjadi pukulan berat, baik secara pribadi maupun bagi keluarga besar Kementerian Transmigrasi. Terlebih, peristiwa ini terjadi tidak lama setelah ia resmi dilantik sebagai Menteri.
“Bagi saya dan keluarga besar Kementerian Transmigrasi, ini pukulan berat, apalagi sejak saya dilantik menjadi menteri, atau dalam 10 bulan terakhir saya dengan melakukan banyak pembenahan dan penataan terkait dengan integritas profesionalisme dan perbaikan layanan,” tutup Yassierli.


















Discussion about this post