Suaranusantara.com- Minggu 31 Agustus 2025, sebanyak lima orang Anggota DPR RI resmi dinonaktifkan dari kursi Anggota Dewan di antaranya Uya Kuya, Eko Patrio, Nafa Urbach, Ahmad Sahroni dan Adies Kadir.
Mereka dinonaktifkan bukan tanpa sebab. Hal ini lantaran pernyataan mereka yang telah melukai hati rakyat Indonesia.
Penonaktifan mereka mulai berlaku per hari ini Senin 1 September 2025.
Uya Kuya dan Eko Patrio resmi dinonaktifkan dari kursi Anggota DPR RI lantaran aksi joget viralnya di media sosial usia diumumkan kenaikan tunjangan.
Bahkan, Eko Patrio sempat joget soundhoreg meledek rakyat mengenai kenaikan tunjangan.
Sementara itu, Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dinonaktifkan dari kursi DPR RI oleh Partai NasDem.
Ahmad Sahroni dinonaktifkan imbas perkataannya yang menyakiti rakyat dengan menyebut orang tolol. Sahroni berujar demikian lantaran desakan pembubaran DPR RI usai kenaikan tunjangan.
Sementara Nafa Urbach, dinonaktifkan lantaran menyetujui perihal tunjangan rumah. Nafa menilai jarak antara rumahnya di Bintaro ke Gedung DPR RI jauh sehingga sangat diperlukan tunjangan rumah itu.
Sedangkan Adies Kadir dinonaktifkan oleh Partai Golkar lantaran menyinggung soal kenaikan tunjangan Anggota Dewan.
Adies Kadir merupakan Wakil Ketua DPR RI periode 2024-2029. Namanya santer dibicarakan oleh publik menindaklanjuti pembahasan tunjangan DPR RI beberapa waktu ini.
Adies sempat menyampaikan komponen tunjangan DPR RI mengalami kenaikan. Di antaranya, tunjangan beras naik menjadi Rp 12 juta dari Rp 10 juta, tunjangan transportasi (bensin) menjadi Rp 7 juta dari Rp 4-5 juta.
“Jadi yang naik cuma tunjangan itu saja yang saya sampaikan tadi, tunjangan beras karena kita tahu beras telur juga naik, mungkin Menteri Keuangan juga kasihan dengan kawan-kawan DPR. Jadi dinaikkan, dan ini juga kami ucapkan terima kasih dengan kenaikan itu,” kata Adies Selasa 19 Agustus 2025.
Kendati demikian, Adies langsung menganulir pernyataan di hari berikutnya. Ia menegaskan tak ada kenaikan tunjangan beras maupun tunjangan bensin bagi anggota DPR RI.
“Saya ingin klarifikasi terkait dengan kemarin ada beberapa hal yang saya salah memberikan data. Setelah saya cek di Kesekjenan, ternyata tidak ada kenaikan, baik itu gaji maupun tunjangan seperti saya sampaikan,” kata Adies di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 20 Agustus 2025.
Lantaran pernyataan mereka itulah, rakyat marah dan mendesak agar DPR RI dibubarkan. Terlebih kenaikan tunjangan itu dilakukan di saat perekonomian rakyat sulit.
Alhasil demo besar pun terjadi pada akhirnya berujung ricuh hingga menewaskan driver ojol Affan Kurniawan yang dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob.
Kematian Affan memicu amarah massa. Massa terus menggelar aksi demo. Hingga akhirnya, para ketum parpol mengambil langkah sigap dengan menonaktifkan lima anggotanya yang bermasalah.

















Discussion about this post