Suaranusantara.com- Demo yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir ini terutama di wilayah Ibu Kota DKI Jakarta menyebabkan sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan parah.
Fasilitas umum di DKI Jakarta terpantau mengalami kerusakan parah bahkan dibakar hingga ludes tak bisa digunakan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memaparkan akibat kerusakan yang dialami sejumlah fasilitas umum maka kerugian estimasi mencapai Rp.55 miliar.
Hal itu disampaikan Pramono selepas rapat koordinasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah DKI Jakarta di Balai Kota Jakarta, Senin 1 September 2024.
Adapun rincian kerusakan fasilitas umum di antaranya MRT Jakarta kerusakan infrastruktur mencapai Rp 3,3 miliar. Kemudian kerusakan infrastruktur Transjakarta menembus Rp 41,6 miliar. Sedangkan kerusakan CCTV dan infrastruktur lainnya sebesar Rp 5,5 miliar.
“Sehingga total kerusakan ada Rp55 miliar,” kata Pramono, Senin 1 September 2025.
Selain itu, menurut dia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus memberikan subsidi transportasi kurang lebih Rp 18 miliar sampai dengan seminggu ini. Sebab, pemerintah memutuskan menggratiskan layanan MRT dan TJ hingga 8 September 2025.
Pramono menjelaskan, ada sebanyak 22 halte TransJakarta dan satu pintu tol mengalami kerusakan.
“Ada 22 halte TransJakarta baik yang BRT maupun non-BRT serta satu pintu tol yang terdampak. Dari sejumlah tersebut, enam halte Transjakarta terbakar dan dijarah, kemudian ada 16 halte Transjakarta yang dirusak dan kemudian dilakukan coret-coret vandalisme dan sebagainya,” kata Pramono di Balai Kota.
Pramono mengatakan pihaknya sudah mulai melakukan pembersihan di puluhan halte tersebut sejak Sabtu 30 Agustus 2025 lalu dan dilanjutkan dengan upaya perbaikan.
Pramono berharap perbaikan bisa selesai dalam waktu dekat estimasi tanggal 8-9 September 2025 mendatang.
“Mudah-mudahan baik yang rusak sedang, rusak berat, akan bisa kita selesaikan tanggal 8 atau 9 September,” ucap dia.
Pramono menuturkan sejak pagi tadi, seluruh rute TransJakarta sudah beroperasi normal, meski masih ada sedikit hambatan
“Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, mulai dengan tanggal 1 sampai dengan tanggal 8 September, baik itu MRT maupun TransJakarta 0 rupiah atau gratis,” ujarnya.


















Discussion about this post