Suaranusantara.com- Baru juga belum ada sehari menjabat sebagai Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa sudah banjir kritikan lantaran responnya terkait tuntutan 17+8.
Hal ini membuat politikus Partai Gerindra, Andi Arief mengingatkan Purbaya Yudhi Sadewa untuk lebih empati dalam berbicara.
Kata Andi, Purbaya merupakan orang yang mengerti ekonomi. Namun, itu harus diimbangi pula dengan bicaranya.
Dia pun mengingatkan agar Purbaya bisa lebih berhati-hati dan berempati dalam berbicara di hadapan publik.
“Purbaya mengerti ekonomi, berkali-kali ikut dalam posisi penting saat krisis ekonomi. Mudah-mudahan dia sudah punya jalan atasi lambannya ekonomi. Mungkin dia kurang bagus public speaking, harus lebih empati dalam berbicara,” kata Andi Arief, Selasa 9 September 2025.
Sebelumnya, Purbaya merespon soal tuntutan 17+8 yang menurutnya hanya suara sebagian rakyat kecil saja.
“Itu suara sebagian kecil rakyat kita, kenapa? Mungkin sebagian ngerasa keganggu hidupnya, masih kurang ya,” kata Purbaya di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin 8 September 2025
Purbaya meyakini aspirasi itu akan mereda jika pemerintah mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.
“Jika saya ciptakan pertumbuhan ekonomi 6%, 7%, itu akan hilang dengan otomatis. Mereka akan sibuk cari kerja dan makan enak dibandingkan mendemo,” ujarnya.
Purbaya memastikan kebijakan fiskal akan diarahkan untuk mendorong ekonomi mencapai target 8% sebagaimana yang ditetapkan Presiden Prabowo.
“Bukan bakal dikejar 8%, kita akan kejar, ciptakan pertumbuhan yang paling cepat, seoptimal mungkin. Kalau Anda bilang bisa nggak besok 8%? Kalau saya bilang bisa, kan saya nipu, tapi kita bergerak ke arah sana,” tuturnya.
Kata Andi, Purbaya sosok yang jujur mengakui bahwa sektor perekonomian memang melambat.
“Janji dia membalikkan ekonomi yang melambat. Paling nggak dia jujur bahwa ekonomi memang melambat,” katanya.
Andi meyakini Purbaya mampu mengatasi pelambanan dan permasalahan perekonomian.
“Sebagai ekonom, dia tahu jalan mengatasi pelambanan dan permasalahan ekonomi saat ini, minimal pertumbuhan ekonomi 5 sampai 6 persen. Untuk 8 persen ada peluang, tapi tidak sekarang,” imbuh Andi Arief.
Komisaris PLN itu percaya dengan pengalaman dan integritas Purbaya.
Kendati demikian, Andi juga mengingatkan kembali agar publik tidak melupakan jasa-jasa Sri Mulyani selaku Menkeu sebelumnya dalam mengelola keuangan negara.
“Purbaya punya pengalaman dan punya integritas. Sri Mulyani jangan dilupakan jasa besarnya mengatasi krisis ekonomi berkali-kali, jangan hanya ‘salah bicara’ kita menghapus jasanya,” ujar Andi Arief.


















Discussion about this post