Suaranusantara.com-
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kembali melakukan rotasi besar di tubuh Polri. Sedikitnya 60 perwira, baik di tingkat Polda maupun Mabes Polri, mendapat penugasan baru salah satunya Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak. Mutasi tersebut tercatat dalam dua Surat Telegram Kapolri, yakni ST/2134/IX/KEP./2025 tertanggal 19 September 2025 serta ST/2192/IX/KEP./2025 pada 24 September 2025.
Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak kini dipercaya mengemban jabatan Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri. Posisi tersebut sebelumnya ditempati Brigjen Pol Helfi Assegaf yang dipindahtugaskan sebagai Kapolda Lampung. Dengan jabatan barunya, Ade secara resmi menyandang pangkat brigadir jenderal.
Ade lahir di Surabaya pada 26 Desember 1974 dan merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1996. Ia juga pernah menempuh pendidikan lanjutan di PTIK dan Sespim pada 2010, lalu melanjutkan ke Sesko TNI tahun 2022. Rekam jejak pendidikannya menunjukkan bekal kuat dalam perjalanan kariernya di kepolisian.
Selama bertugas, Ade pernah menduduki sejumlah posisi strategis, mulai dari Kasat Lantas Polresta Solo pada 2007, pejabat di Polda Jawa Tengah dan Jawa Timur, hingga penugasan di Polda Papua pada 2014. Dua tahun berselang, ia dipercaya sebagai Kapolres Karanganyar, meski tak lama kemudian digeser menjadi Wakil Direktur Sabhara Polda Jawa Barat pada 2017.
Kariernya terus menanjak saat dipercaya sebagai Dirreskrimsus Polda Lampung pada 2020, lalu tak lama kemudian kembali ke kampung halamannya di Solo sebagai Kapolresta. Selama tiga tahun di kota tersebut, Ade memimpin di era dua wali kota berbeda, FX Hadi Rudyatmo dan Gibran Rakabuming Raka, sebelum akhirnya mengikuti pendidikan Seskoad pada 2022. Setelah pendidikan usai, ia melanjutkan kiprahnya sebagai Dirreskrimsus Polda Metro Jaya.
Nama Ade semakin dikenal publik ketika menangani sejumlah kasus besar. Di antaranya perkara dugaan pemerasan pimpinan KPK terhadap mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, yang menyeret mantan Ketua KPK sekaligus eks Kabaharkam Polri, Firli Bahuri, pada 2023. Meski Firli sudah berstatus tersangka, proses hukum kasus itu hingga kini masih berlarut. Ade juga pernah menangani kasus produksi film dewasa di Jakarta Selatan pada tahun yang sama.
Selain dikenal dengan pengungkapan kasus besar, ia juga diapresiasi karena keberhasilannya menekan eskalasi intoleransi di Solo. Salah satunya saat ia mengatasi kericuhan yang dipicu kelompok intoleran di kawasan Pasar Kliwon pada 2020.
Kini, dengan promosi sebagai Dirtipideksus Bareskrim, karier Ade Safri Simanjuntak diprediksi semakin menanjak. Kiprahnya akan terus menjadi sorotan, terutama dalam menangani kejahatan ekonomi dan kasus khusus yang membutuhkan ketegasan sekaligus kecermatan investigasi.


















Discussion about this post