Suaranusantara.com- Basarnas mengungkap update terbaru korban ambruknya Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny hingga Senin malam 6 Oktober 2025.
Basarnas mengungkap ada sebanyak 65 korban tewas dalam insiden ambruknya ponpes Al Khoziny itu termasuk enam bagian tubuh yang ditemukan.
“Korban meninggal dunia 65 orang (6 body part),” kata Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, dalam keterangannya, Senin 6 Oktober 2025.
Pada Senin kemarin, Basarnas telah berhasil mengevakuasi sebanyak dua belas orang korban. Sehingga total korban dalam peristiwa mengerikan itu menjadi 169 orang, dengan 104 orang di antaranya selamat.
“Total korban 169 orang (6 body part). Korban selamat 104 orang,” ujarnya.
Lalu Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Senin malam pukul 22.45 WIB telah berhasil mengidentifikasi sebanyak 17 jenazah.
Jenazah tujuh belas korban ambruknya ponpes Al Khoziny berhasil diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Indetification (DVI).
Tujuh belas jenazah itu setelah berhasil diidentifikasi, kemudian langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
“Kabar terbarunya, dari total korban meninggal dunia, sebanyak 17 jenazah telah berhasil diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI). Seluruh jenazah itu sudah diserahkan kepada pihak keluarga atau wali santri untuk dimakamkan sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan resminya, Selasa 7 Oktober 2025.
Ponpes Al Khoziny diketahui ambruk pada Senin 29 September 2025 di saat para santri tengah menunaikan ibadah solat Ashar.
Namun, tiba-tiba dalam sekejap bangunan tiga lantai itu ambruk. Akibat tragedi ini, ratusan santri terjebak dalam reruntuhan. Operasi pencarian pun dilakukan dan telah masuk hari kedelapan
Sementara itu, Kabiddokkes Polda Jatim Kombes dr M Khusnan Marzuki menjelaskan, jenazah yang tiba di RS Bhayangkara Surabaya dilakukan pemeriksaan dan diambil data postmortem-nya (data setelah kematian).
Data itu kemudian dicocokkan dengan data antemortem (data sebelum kematian), lalu dicocokkan dengan pihak keluarga.
Khusnan menjelaskan, hingga Senin pagi, pihaknya telah menerima 50 kantong jenazah. Dari jumlah itu, lima di antaranya merupakan body part.
“Untuk yang di RS Bayangkara kantong jenazahnya sebanyak 50. Itu terdiri dari lima body part,” kata Khusnan.


















Discussion about this post