Suaranusantara.com- Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad pada Kamis 20 November 2025 menggelar pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta.
Dalam pertemuan itu, Prabowo dan Dasco membahas banyak hal, di mana salah satunya peningkatan kesejahteraan para driver ojek online (ojol).
“Di dalam pertemuan dibahas berbagai hal, mulai dari upaya peningkatan kesejahteraan pengemudi ojek online,” tulis akun Sekretariat Kabinet @sekretariat.kabinet Jumat 22 November 2025.
Nasib para driver ojol dibahas oleh Prabowo dan Dasco, bagaimana respon dari pengemudi ojek online?
Salah satu pengemudi online bernama Dani angkat bicara terkait nasib pengemudi ojek online yang turut dibahas oleh Prabowo dan Dasco.
Dani menyoroti fasilitas dasar seperti helm, jaket ojol yang ternyata bukanlah diberikan secara cuma-cuma oleh perusahaan aplikasi melainkan beli sendiri.
Untuk itu, Dani berharap ke depannya dapat diperhatikan lagi terkait fasilitas dasar driver ojol.
“Dari pertama nggak dikasih, pak. Kita beli,” ujar Dani kepada Suara.com di sela kegiatannya di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat 21 November 2025.
Selain masalah atribut, Dani mengungkapkan keresahan utamanya terkait skema pembagian hasil yang dinilai sangat membebani pengemudi.
“Selama ini saya rasain juga, gede banget sih pembagiannya gitu,” keluhnya.
“Jadi kayak kita tunai, misalnya di kita dapetnya Rp10 ribu. Ternyata pas kita minta itu bisa Rp18 ribu. Jadi lebih dari dua persen itu kan? Rp8 ribu ditarik Grab gitu,” ungkapnya.
Dari pembahasan di Istana, Dani ingin pemerintah bisa memberikan himbauan ke perusahaan aplikasi agar bersedia meninjau ulang aturan soal bagi hasil tarif dengan para mitra.
Potongan yang terlalu besar dirasa sangat memberatkan karena seluruh biaya operasional kendaraan ditanggung penuh oleh mitra.
“Kita kan yang di lapangan gitu butuh bensin, butuh apa-apa kan,” tutur Dani.
Di tengah ketidakpastian pendapatan sebagai mitra, Dani juga menyimpan harapan agar suatu saat para driver bisa direkrut menjadi pegawai kontrak di bawah perusahaan langsung.
“Ya ada sih harapannya gitu. Kayak, boleh lah ikut kerja di dalem,” pungkasnya.


















Discussion about this post