Suaranusantara.com- Wakil Ketua MPR RI yg juga Anggota DPRRI dari Dapil Jakarta II dari FPKS,Hidayat Nur Wahid, kembali berduka dan prihatin, belum tuntas kasus kelalaian keamanan di SMAN 72 Jakarta Utara yang mengakibatkan terjadinya ledakan yang mencederai lebih dari 90 siswa, terjadi lagi kelalaian mobil MBG yang menabrak banyak siswa dan guru di SDN 01 Kalibaru Jakarta Utara (11/12). HNW sapaan akrabnya mendesak terjaminnya keamanan Sekolah, Guru dan para Muridnya, agar bisa terselenggara pendidikan yang berkualitas, termasuk dalam kasus yang terakhir terkait pentingnya evaluasi tata kelola MBG agar anak-anak tidak kembali menjadi korban dari pelaksanaan program prioritas Presiden ini.
“Jika sebelumnya kasus MBG pada anak terkait dengan keracunan makanan, kini mereka juga mengalami kerawanan atas mobil distribusi yang masuk ke lingkungan sekolah yang malah menabrak anak-anak dan Guru, dan menimbulkan jatuhnya puluhan korban. Hal ini harus dievaluasi bukan hanya pada tingkat pengelola dapur dan Yayasan, namun sampai pada distribusi termasuk mobil dan sopir yang mengantarkan makanan agar tak terulang kasus kelalaian gara-gara sopir pengganti yang berujung menjadi musibah. Komitmen Kepala BGN untuk evaluasi menyeluruh itu patut didukung, karenanya harus betul2 diwujudkan dan dikerjakan dengan serius, jujur dan profesional,” disampaikan Hidayat dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (13/12).
Dirinya meminta prosedur keluar-masuknya mobil distribusi MBG di lingkungan sekolah dievaluasi dalam kerangka keamanan siswa. Sebab, banyak sekolah yang lahannya terbatas maupun konturnya tidak rata sehingga adanya mobil yang keluar-masuk berisiko menabrak siswa yang sedang beraktivitas.
Meski begitu, Anggota DPR RI Fraksi PKS ini tetap mengapresiasi respons cepat Pemerintah baik BGN maupun Pemprov DKI Jakarta yang memastikan penanggungan biaya perawatan para korban selama di Rumah Sakit.
Dirinya juga mendukung respons BGN yang akan lakukan evaluasi menyeluruh termasuk sopir dan mobil, dan menghentikan sementara distribusi MBG di sekolah tersebut.
“Saya juga minta Pemerintah memberikan sesi trauma healing kepada seluruh siswa SDN 01 Kalibaru, karena trauma tidak hanya dialami para korban yang ditabrak, tapi juga seluruh siswa yang sedang berkumpul di lapangan menyaksikan kejadian tersebut,” sambungnya.
Hidayat juga mengapresiasi Polri yang langsung hadir ke lokasi membantu penanganan korban, melakukan olah TKP, melakukan pemeriksaan terhadap sopir pengganti itu, dan sudah naik ke tahap penyidikan, diharap agar tetap diberlakukan sangsi hukum yang menjerakan, agar kelalain serupa tidak terulang lagi.
“Selain evaluasi sistem tata kelola MBG oleh BGN, Kepolisian juga harus memberikan hukuman jika terbukti ada kelalaian dalam kejadian ini, baik kepada sopir, kernet, maupun yang menugaskan mereka, sehingga menjadi efek jera dan tidak terulang lagi. Kami turut doakan agar para siswa korban benar-benar dilayani dengan yang terbaik dan segera sembuh. Semoga murid-murid baik di SDN 01 Kalibaru, maupun di Sekolah-sekolah lain seluruh Indonesia yang mengetahui kejadian tragis ini, tidak menjadi trauma dengan program MBG. Sehingga kesuksesan MBG dapat terus diselamatkan dan direalisasikan dengan tata kelola yang lebih baik dan tidak mengulangi masalah-masalah yang terjadi sebelumnya. Agar berhentilah kelalaian-kelalaian itu sehingga para murid dapat tenang dan tekun belajar, menikmati manfaat positif bonus demografi, menjadi generasi yang benar-benar emas menyongsong Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.


















Discussion about this post