Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Nasional

Melchias Markus Mekeng Kecam Keras Dugaan Kekerasan Oknum Polisi yang Tewaskan Dua Debt Collector

Drt by Drt
14 December 2025
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI Melchias Markus Mekeng

Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI Melchias Markus Mekeng

2
SHARES
18
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Suaranusantara.com- Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI sekaligus Anggota DPR RI Daerah Pemilihan NTT I, Melchias Markus Mekeng, mengecam keras dugaan tindakan brutal yang dilakukan oknum anggota Kepolisian Republik Indonesia terhadap dua warga negara yang berprofesi sebagai mata elang (debt collector) hingga meninggal dunia di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan.

Mekeng menilai peristiwa tersebut sebagai tindakan yang tidak manusiawi dan mencederai nilai-nilai hukum serta kemanusiaan. Ia menegaskan bahwa kekerasan yang berujung hilangnya nyawa tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun, terlebih jika dilakukan oleh aparat penegak hukum.

“Saya mengecam keras tindakan brutal, tidak manusiawi, dan main hakim sendiri yang dilakukan oleh oknum anggota Polri terhadap dua warga negara hingga meninggal dunia,” kata Melchias Markus Mekeng dalam keterangannya di Jakarta, dikutip pada Minggu (14/12/2025).

BACAJUGA

Prabowo di HUT Bhayangkara ke 80 Ingatkan Soal Gaji Polisi Berasal dari Rakyat: Jadilah Dekat dengan Rakyat, Jangan Menyusahkan

Tragis, Kakak Beradik di Sumedang Jadi Korban Penyiraman Air Keras hingga Alami Luka Permanen

Menurut Mekeng, tindakan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum dan etika profesi kepolisian. Ia menilai ada ironi besar ketika aparat yang seharusnya menegakkan hukum justru melakukan tindakan main hakim sendiri, sementara di sisi lain Polri kerap mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan kekerasan serupa.

Ia mengingatkan bahwa paradoks semacam ini berbahaya karena dapat memicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat secara luas, terutama di tengah menurunnya tingkat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Mekeng menegaskan bahwa latar belakang profesi korban sebagai mata elang tidak boleh dijadikan alasan pembenar atas tindakan kekerasan. Menurutnya, sorotan publik terhadap profesi tertentu tidak bisa dijadikan legitimasi untuk menghilangkan nyawa seseorang, apalagi dilakukan oleh aparat negara.

“Tidak ada satu pun alasan yang dapat membenarkan pengeroyokan hingga menyebabkan kematian, siapapun korbannya dan apapun profesinya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Mekeng mendesak agar kasus tersebut diproses secara tegas, terbuka, dan tanpa kompromi. Ia meminta penegakan hukum dikawal secara serius agar tidak berubah menjadi sandiwara hukum yang membuka ruang pembenaran atau pembebasan pelaku di kemudian hari.

Ia menekankan pentingnya prinsip equality before the law ditegakkan secara konsisten tanpa pengecualian, termasuk terhadap aparat penegak hukum.

Kasus ini, menurut Mekeng, juga menjadi catatan penting bagi agenda reformasi Polri. Ia menyoroti perlunya pembenahan serius, mulai dari pembinaan mental dan etika anggota sejak proses rekrutmen, evaluasi menyeluruh terhadap pengawasan internal, hingga penegasan peran Polri dalam mengawasi praktik penagihan utang.

Mekeng juga mengingatkan bahwa Polri memiliki nota kesepahaman dengan perusahaan pembiayaan dan perbankan terkait pelaksanaan fidusia dan hak tanggungan, sehingga tanggung jawab pembinaan terhadap praktik mata elang tidak bisa dilepaskan.

Di atas segalanya, Mekeng menilai peristiwa ini menunjukkan lemahnya perlindungan negara terhadap warganya sendiri ketika aparat yang seharusnya menjadi pelindung justru beralih menjadi pelaku kekerasan.

Ia mengajak seluruh elemen bangsa, mulai dari masyarakat sipil, media, DPR, hingga lembaga pengawas, untuk bersama-sama mengawal proses hukum secara transparan dan tuntas.

“Negara hukum hanya akan bermakna jika hukum ditegakkan secara adil, tegas, dan tanpa pandang bulu,” pungkasnya.

Tags: Debt CollectorMata ElangMelchias Markus MekengPolisi
ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

Dari Aspirasi Menjadi Aksi, Ibas Bantu Operasional TPS 3R Demi Pengelolaan Sampah yang Lebih Baik
Nasional

Dari Aspirasi Menjadi Aksi, Ibas Bantu Operasional TPS 3R Demi Pengelolaan Sampah yang Lebih Baik

by snc4
5 July 2026

Suaranusantara.com – Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas)...

Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat bicara soal pendidikan di Indonesia
Nasional

Lestari Moerdijat: Dorong Sosialisasi Masif SIBI untuk Tingkatkan Literasi Masyarakat

by snc4
4 July 2026

Suaranusantara.com- Ketersediaan akses bahan bacaan harus diikuti dengan langkah...

Ketua MPR Bicara Peran Bung Karno Buka Makam Imam Bukhari di Uzbekistan

Ketua MPR Bicara Peran Bung Karno Buka Makam Imam Bukhari di Uzbekistan

3 July 2026
Lestari Moerdijat

Lestari Moerdijat: Langkah Konkret dan Terukur Harus Segera Diambil Tekan Jumlah Anak Perokok

3 July 2026
Lestari Moerdijat

Lestari Moerdijat: Angka Anak tidak Sekolah Harus Diatasi dengan Langkah Intervensi yang Tepat

3 July 2026
Menkeu Purbaya bicara soal IKN jadi PFI (instagram @menkeuri)

Purbaya Ogah IKN Jadi Pusat Finasial Internasional: Tempatnya Terlalu Sepi

3 July 2026

Discussion about this post

POPULER MINGGU INI

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani tanggapi soal kebijakan WFH (Instagram @shibtawidjajakamdani)

Begini Kata Pengusaha Soal Opsi WFH Demi Hemat BBM Imbas Perang Timur Tengah

4 months ago
Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira (Instagram @andreaspareira)

Prabowo Akan Tertibkan Pengamat Tak Suka Pemerintahannya, PDI Perjuangan: Ini Risiko Rakyat yang Telah Memilih

4 months ago
Komisi III DPR RI Soroti Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

Komisi III DPR RI Soroti Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

4 months ago
Salah satu twibbon Lebaran 2026 (twibbonize.com)

Idulfitri 1447 H Segera Tiba, Berikut Link Twibbon Lebaran 2026 Download Gratis Langsung Pejeng Status di Medsos

4 months ago
Rupiah Melemah, Dolar AS Kuat (Dok ilustrasi)

Rupiah Menguat Tipis di Tengah Ketegangan Timur Tengah dan Menjelang RDG BI

4 months ago

TOPIK: PEMILU 2024

PDIP Menang Pemilu Tiga Kali Beruntun, Tapi Citra Publik Menurun?

Rekomendasi Rakernas V PDI Perjuangan: Penyalahgunaan Kekuasaan Jadi Biang Kerok Pemilu 2024 Terburuk Sepanjang Sejarah Indonesia

Ketua KPU RI di Laporkan ke DKPP; Lakukan Pelanggaran Kode Etik dengan Cara Merayu sampai Buat Asusila

Djarot Sebut PDIP Akan Layangkan Gugatan Pemilu 2024 ke PTUN

450 ASN di Laporkan ke Bawaslu Atas Dugaan Pelanggaran Netralitas Pemilu 2024

PILIHAN EDITOR

Andreas Hugo Pareira Minta Revisi UU HAM Tetap Jaga Kemandirian Komnas HAM

Pertahankan Hasil Disertasinya, Marinus Gea Tegaskan ESG Bukan Beban, tapi Sumber Nilai Perusahaan

Bocoran Terbaru Samsung Galaxy S26 Ultra: Pengisian Daya Lebih Cepat, Lebih Cerdas?

Soal Kasus Pandji, Marinus Gea: Demokrasi Tak Boleh Kalah oleh Rasa Tersinggung

Marinus Gea Tanggapi Temuan KPAI: Dugaan Pelecehan oleh Polisi Harus Diusut Tuntas

BERITA TERKINI

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ungkap Presiden Prabowo ancam bubarkab Bea Cukai (YouTube @curhatbang)
Nasional

Prabowo Ancam Bubarkan Bea Cukai, Purbaya: Kalau Nggak Ada Perbaikan Setahun Dibubarin, Ganti SGS

by Feri Spt
3 July 2026

Suaranusantara.com- Presiden RI Prabowo Subianto bertindak tegas terhadap Direktorat Bea Cukai untuk melakukan perbaikan dalam waktu satu...

B50 akan diresmikan oleh Presiden RI Prabowo Subianto (Instagram @totalpoltikcom)

Bakom Bilang Prabowo Akan Resmikan B50 Pekan Depan: Rencananya 9 Juli

3 July 2026
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bicara soal gaji PJLP (Instagram @pramonoanungw)

Alhamdulilah! Pramono Janji Kenaikan Gaji PJLP yang Belum Dibayar Bakal Dirapel Sesuai UMP

3 July 2026
Ilustrasi galian di Jakarta yang menyebabkan kemacetan jalan (Instagram @lintascondetupdate)

Berkaca dari Kawasan TB Simatupang, Pramono Anung Terapkan Satu Galian Terpadu: Biar Nggak Overlapping

3 July 2026
Ilustrasi gelombang panas yang di Eropa (Instagram @eatbiz)

Apakah Indonesia Bakalan Dilanda Gelombang Panas seperti di Eropa? BMKG Jelaskan Begini

3 July 2026
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

 

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

©2025 SuaraNusantara.com