Suaranusantara.com- Sejumlah wilayah di Jakarta pada Senin 12 Januari 2026 dikepung banjir lantaran hujan yang mengguyur selama seharian dari pagi hingga siang. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung pun angkat bicara soal penanganan banjir yang melanda Ibu Kota.
Menurutnya, penanganan banjir di Jakarta tidak bisa bersifat sporadis. Sebab, dalam upaya penanganan harus dilakukan secara matang dan terencana.
“Penanganan untuk banjir di Jakarta tidak bisa bersifat sporadis,” kata Pramono di Jakarta Timur, Senin 12 Januari 2026.
Pramono menyebut, Pemda menyiagakan sekitar 1.200 unit pompa air untuk mengantisipasi genangan akibat curah hujan tinggi.
Detailnya, 600 unit pompa portable dan 600 lainnya pompa mobile yang dipakai ke titik-titik rawan genangan, salah satunya di Jakarta Utara akibat air laut yang naik.
“Kalau melihat curah hujan seperti sekarang, dulu pasti sudah ada genangan di mana-mana. Sekarang ini semuanya kita siagakan. Termasuk sekarang di Ancol, memang ada kenaikan permukaan air, langsung kita pompa,” katanya.
Menurut Pramono, strategi penanganan banjir saat in adalah lewat langkah jangka pendek dan jangka menengah.
Sementara untuk program jangka panjang, menurutnya membutuhkan waktu dan perencanaan yang lebih panjang.
“Yang bersifat jangka pendek dan jangka menengah itu yang kita lakukan sekarang. Kalau jangka panjang, sudah terlalu panjang untuk dipikirkan dalam kondisi darurat,” ujarnya.
Berdasarkan Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Provinsi DKI Jakarta, sejumlah ruas wilayah di Ibu Kota dilanda banjir, di antaranya 44 ruas jalan serta 28 rukun tetangga (RT) di Jakarta Selatan hingga Jakarta Utara.
“Banjir yang terjadi di Jakarta pada Senin pagi disebabkan hujan deras yang melanda wilayah DKI dan sekitarnya,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Provinsi DKI Jakarta Mohamad Yohan di Jakarta, Senin.
Menurut dia, banjir terus meluas, terutama di Jakarta Selatan dan Jakarta Utara, dengan ketinggian 20-95 sentimeter (cm).


















Discussion about this post