Suaranusantara.com- TPU Kebon Nanas kini bisa menampung seribu lebih makam baru usai warga dipindahkan ke rumah susun (rusun). Hal ini disampaikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berupaya mengatasi keterbatasan ahan pemakaman, imbas ditempati para warga.
Kata Pramono, di Jakarta ada sebanyak 80 TPU, namun 69 TPU sudah tidak mampu lagi menampung makam baru.
“Kebon Nanas ini sebenarnya sudah tidak bisa. Setelah warga dipindahkan, lahan ini bisa dimanfaatkan kembali dan menampung kurang lebih 1.000 makam baru,” kata Pramono saat ditemui di Rusun Pulo Gebang, Jakarta Timur, Senin 12 Januari 2026.
Pramono menyebut area TPU Kebon Nanas awalnya ditempati sekitar 103 kepala keluarga (KK) di lahan seluas kurang lebih 3.750 meter persegi.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 73 KK bersedia direlokasi ke rumah susun, sementara 30 KK memilih mencari tempat tinggal sendiri.
Relokasi warga dilakukan secara bertahap sejak 6 Januari 2026. Pemprov DKI menyiapkan hunian pengganti di enam rumah susun, yakni Rusun Pulo Gebang, Cipinang Muara, Cipinang Besar Selatan, Jatinegara Barat, Jatinegara Kaum, dan Pondok Bambu.
“Relokasi itu tidak gampang karena banyak warga sudah puluhan tahun tinggal di sana. Tapi ini kami lakukan secara humanis,” ujarnya.
Wali Kota Jakarta Timur Munjirin mengatakan Pemkot Jakarta Timur melakukan penataan lahan TPU. Dia berharap lahan tersebut bisa dimanfaatkan untuk makam.
“Pengembalian fungsi lahan TPU Kebon Nanas ini diharapkan bisa menjawab kebutuhan makam baru di Jakarta Timur,” kata Munjirin.
Warga relokasi juga mendapatkan bantuan berupa modal usaha Rp 500 ribu, paket kebutuhan dasar, hygiene kit, serta kasur. Warga juga dibebaskan dari biaya sewa rusun selama 6 bulan.


















Discussion about this post