Suaranusantara.com- Pesawat ATR 42 500 milik maskapai Indonesia Air Transport tengah menjadi sorotan pasca hilang kontak sejak Sabtu 18 Januari 2026 di Gunung Bulusaraung.
Pesawat ATR 42 500 ini diketahui memiliki rute penerbangan Yogyakarta-Makassar. Dijadwalkan, pesawat tiba di Sultan Hasanuddin Makassar sekitar pukul 12.00 WITA.
Namun, pesawat hilang kontak. Tim SAR gabungan mulai diterjunkan ke sekitar lokasi pesawat hilang kontak.
Alhasil, tim SAR gabungan menemukan serpihan pesawat pada Minggu pagi 18 Januari 2026. Lalu siang hari, tim SAR menemukan satu jasad korban pesawat ATR 42 500 yang berada di jurang Gunung Bulusaraung dengan kedalaman lebih dari dua ratus meter.
Jasad korban dilaporkan berjenis kelamin laki-laki. Setelah proses evakuasi, jasad tersebut pihak tim SAR akan segera melakukan identifikasi.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengatakan pesawat ATR 42 500 dengan registrasi PK-THT dinyatakan memenuhi persyaratan kelaikudaraan.
Hal itu berdasarkan data pengawasan dan hasil inspeksi kelaikudaraan. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F Laisa menyebut kondisi kelaikudaraan tersebut didukung oleh pelaksanaan pemeriksaan dan inspeksi.
Rinciannya, ramp check terakhir dilaksanakan pada 19 November 2025 di Bandar Udara Sam Ratulangi, Manado, oleh Inspektur Kelaikudaraan Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VIII Manado.
Selanjutnya, inspeksi perpanjangan Sertifikat Kelaikudaraan (Certificate of Airworthiness/C of A) dilaksanakan pada 3 September 2025.
Kemudian, inspeksi terakhir oleh operator Indonesia Air Transport (IAT) dilaksanakan sesuai dengan program perawatan Calendar Month 4.5 MO pada total waktu terbang 24.959,62 flight hours, pada tanggal 25 Desember 2025.
“Data tersebut menunjukkan bahwa pesawat telah menjalani pemeriksaan rutin serta pengawasan kelaikudaraan secara berkala dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” kata Lukman dalam keterangannya, Senin 19 Januari 2026.
Adapun lokasi jatuhnya pesawat tersebut kawasan Gunung Bulusaraung yang berada di perbatasan Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan.
Lokasi tersebut berjarak sekitar 26,49 kilometer dari Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, dan berdekatan dengan posko Basarnas terdekat.


















Discussion about this post