Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Nasional

Prabowo Undang Sejumlah Tokoh Oposisi, Ada Apa?

Feri Spt by Feri Spt
2 February 2026
in Nasional
Reading Time: 3 mins read
A A
Presiden RI Prabowo Subianto gelar pertemuan tertutup dengan Pati TNI-Polri, Senin 9 Februari 2026 (Instagram @relasiacehnews)

Presiden RI Prabowo Subianto gelar pertemuan tertutup dengan Pati TNI-Polri, Senin 9 Februari 2026 (Instagram @relasiacehnews)

2
SHARES
20
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Suaranusantara.com- Presiden RI Prabowo Subianto diketahui pada Jumat 30 Januari 2026 menggelar pertemuan dengan sejumlah tokoh nasional di kediaman pribadinya di Jalan Kertanegara IV, Kebayoran, Jakarta Selatan.

Tokoh nasional yang hadir itu dikenal sebagai orang-orang yang berada di garis oposisi.

Pertemuan itu berlangsung selama kurang lebih lima jam. Salah satu tokoh oposisi yang turut hadir dalam pertemuan itu, mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad.

BACAJUGA

Mengintip Profil Suahasil Nazara, dari Wamenkeu hingga Kini Jadi Menkeu Gantikan Purbaya

Reshuffle Kabinet: Purbaya Tersingkir, Suahasil Nazara Resmi Jadi Menkeu Usai Dilantik Prabowo

Dalam pertemuan itu, jajaran Kabinet Merah Putih kata Samad turut hadir di antaranya Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. Lalu Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin.

“Saya diundang dalam kapasitas sebagai mantan Ketua KPK dan dalam pertemuan itu ada sekitar 7 orang ya diundang, saya lupa, tapi kalau dari pemerintah yang hadir Presiden Pak Prabowo, Menlu Sugiono, Mensesneg, kemudian Pak Sjafrie sendiri, dan ada 1 lagi Mayjen Purnawirawan Zacky Makarim, ya itu yang hadir ya yang saya ingat, dan saya, Profesor Dr Siti Zuhro dari BRIN dan ada lagi beberapa ya,” katanya pada Minggu 1 Februari 2026.

Samad mengungkap isi pertemuan tersebut yakni Prabowo menyampaikan sejumlah program pemerintah hingga hasil pertemuan Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss. Para tamu yang diundang juga menyampaikan idenya kepada Prabowo.

“Pak Prabowo lebih banyak santai kayak lepas dan sambil bercanda kan dia presentasi cukup lama juga tentang program. Jadi dia cukup mempresentasikan beberapa hal tentang penyelamatan sumber daya alam, terus program-program pemerintah, terus hasil forum ekonomi di Davos, Swiss, itu dia presentasikan. Jadi cukup lam, jadi memang waktu 5 jam terasa lama kalau kita lihat. Tapi sebenarnya itu singkat bagi kita karena kita nggak sempat makan malam,” ujar Samad.

Samad diminta pandangan tentang bagaimana meningkatkan indeks persepsi korupsi (IPK) Indonesia.

Samad dalam diskusi itu mengatakan harus membuat roadmap pemberantasan korupsi yang lebih efektif, agar bisa meningkatkan indeks persepsi korupsi.

“Pertama saya bilang pemberantasan korupsi selama ini tidak menyentuh akar permasalahannya, jadi dia harus menyentuh akar permasalahannya agar supaya efektif. Yang kedua saya bilang berbicara IPK, indeks persepsi korupsi, maka ada 4 hal yang harus diperhatikan kalau kita merujuk United Nations Convention Against Corruption, UNCAC,” ucap Samad.

Empat hal yang harus diperhatikan menurut UNCAC, kata Samad, adalah foreign bribery (penyuapan pejabat negeri asing), trading influence (perdagangan pengaruh), elite enrichment (peningkatan harta kekayaan penyelenggara negara), dan commercial bribery (suap sektor swasta).

Samad menyebutkan Prabowo bertanya mengapa bisa KPK tidak seperti dulu, Samad menilai faktor penyebab antara lain karena Undang-Undang KPK direvisi pada 2019.

Revisi UU KPK itu dinilai memangkas kewenangan KPK serta kedudukan KPK tidak independen di bawah rumpun eksekutif.

“Karena menurut saya kalau kita merujuk UNCAC, UNCAC itu mengatur bahwa lembaga-lembaga antikorupsi di dunia haruslah sifatnya independen, bukan dibawa rumpun eksekutif. Oleh karena itu, menurut saya, karena kita sudah menandatangani UNCAC dan reatifikasi harusnya kita ikut. Jadi ini kita menyalahkan saya bilang, harusnya independen seperti dulu,” ujarnya lagi.

“Ketiga saya mempersoalkan rekrutmen komisioner KPK di masa lalu karena tidak mengindahkan masukan masyarakat. Dulu waktu jaman Firli itu banyak masukan dari masyarakat bahkan dari KPK bahwa orang ini tidak layak pimpin KPK. Tapi itu diabaikan, itu salah satu penyebab faktornya, sehingga ketika terpilih Firli-Lili itu melakukan tindak pidana. Jadi integritasnya, moralitasnya, hancur tapi tetap dipilih, jadi itu rekrutmen yang bermasalah,” sambungnya.

Lalu, Samad mempermasalahkan tes wawasan kebangsaan (TWK) yang memecat 57 orang pegawai KPK.

Samad menilai TWK menjadi rekayasa pimpinan KPK sebelumnya untuk menyingkirkan 57 orang yang sesungguhnya berintegritas di KPK.

Kemudian, Samad juga diminta tanggapan saya tentang reformasi kepolisian, dan seluruh tamu diminta tanggapannya tentang reformasi kepolisian. Para tokoh sepakat bahwa reformasi kepolisian itu menjadi sebuah keharusan.

Selain itu, penyelamatan sumber daya alam (SDA) dibahas karena ada Satgas PKH sudah dibentuk. Samad mengatakan upaya penyelamatan SDA pernah dilakukannya saat jadi pimpinan KPK, namun ketika itu belum dibentuk satgas.

“Jadi sebenarnya ini sudah pernah ada. Oleh karena itu, saya bilang fokus utama pemberantasan korupsi juga bisa diarahkan kepada penyelamatan sumber daya alam, saya bilang. Kalau kita ingin revenue kita bagus, kalau kita ingin pendapatan negara kita bagus, selamatkan sumber daya alam kita,” kata Samad.

Prabowo, menurut Samad, juga menyampaikan alasan Indonesia masuk Board of Peace yang dibentuk Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Samad mengungkapkan, menurut ucapan Prabowo, gabungnya Indonesia dalam Board of Peace bukan harga mati.

“Dia menyampaikan bahwa Indonesia bergabung tapi tidak harga mati. Artinya, kalau dalam perjalanannya ternyata menimbulkan mudarat bagi warga Palestina dan Gaza, Indonesia bisa keluar menarik diri kembali,” sebutnya.

Terakhir, menurut Samad, Prabowo menekankan bahwa dia sudah bertekad perang terhadap oligarki yang mengganggu sumber daya alam. Prabowo disebut akan mengejar dan enggan bernegosiasi dengan oligarki yang dapat keuntungan dari SDA.

“Dia menyampaikan bahwa saya akan mengejar oligarki yang merusak sumber daya alam, yang merampok negara sampai kapanpun juga, dia bilang begitu. Nah, itu komitmen dia bahwa dia akan memburu oligarki, siapa pun oligarki itu dia bilang. Mau 9 naga, dia bilang, dia sebut, mau 9 naga, siapa pun dia akan mengejar, dan dia tidak akan bernegosiasi. itu janji dia ke kita, itu janji kan,” pungkasnya.

Tags: Abraham SamadKertanegaraPrabowoTokoh Oposisi
ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

Lestari Moerdijat
Nasional

Lestari Moerdijat: Pertumbuhan Permintaan Batik Hijau Harus Dorong Peningkatan Kesejahteraan Pekerja

by snc4
16 September 2026

Suaranusantara.com- Industri batik nasional terus mencatat kinerja positif di...

Nasional

Dukung Rekening untuk Semua Warga, F-PKB MPR: Beri Juga Akses Penghasilan

by snc4
16 September 2026

Suaranusantara.com— Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) MPR RI mendukung...

HNW Ajak Generasi Muda Sumbar Teladani Semangat Pendiri Bangsa: Siapkan Diri Menuju Indonesia Emas 2045

HNW Ajak Generasi Muda Sumbar Teladani Semangat Pendiri Bangsa: Siapkan Diri Menuju Indonesia Emas 2045

16 September 2026
Terima Rekomendasi KNHTN IX, Lestari Moerdijat Dorong Penguatan Demokrasi dan Negara Hukum

Terima Rekomendasi KNHTN IX, Lestari Moerdijat Dorong Penguatan Demokrasi dan Negara Hukum

16 September 2026
Foto lima wartawan sebelum hilang kontak saat liputan erupsi Gunung Anak Krakatau (Instagram @jakarta.terkini)

Pencarian Wartawan Hilang di Anak Krakatau Belum Buahkan Hasil, Keluarga: Kami Ikhlas tapi Masih Berharap Ditemukan

16 September 2026
Update Terbaru Pencarian Wartawan Hilang di Anak Krakatau, Tim SAR 22 Kapal Perluas Area

Update Terbaru Pencarian Wartawan Hilang di Anak Krakatau, Tim SAR 22 Kapal Perluas Area

16 September 2026

Discussion about this post

POPULER MINGGU INI

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani tanggapi soal kebijakan WFH (Instagram @shibtawidjajakamdani)

Begini Kata Pengusaha Soal Opsi WFH Demi Hemat BBM Imbas Perang Timur Tengah

6 months ago
Salah satu twibbon Lebaran 2026 (twibbonize.com)

Idulfitri 1447 H Segera Tiba, Berikut Link Twibbon Lebaran 2026 Download Gratis Langsung Pejeng Status di Medsos

6 months ago
Rupiah Melemah, Dolar AS Kuat (Dok ilustrasi)

Rupiah Menguat Tipis di Tengah Ketegangan Timur Tengah dan Menjelang RDG BI

6 months ago
Komisi III DPR RI Soroti Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

Komisi III DPR RI Soroti Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

6 months ago
Presiden ke 7 RI Joko Widodo atau Jokowi dikabarkan jadi Dewan Pembina PSI (instagram @yusufmuhammad)

Lama Tak Terlihat, Begini Kondisi Terbaru Jokowi

1 year ago

TOPIK: PEMILU 2024

PDIP Menang Pemilu Tiga Kali Beruntun, Tapi Citra Publik Menurun?

Rekomendasi Rakernas V PDI Perjuangan: Penyalahgunaan Kekuasaan Jadi Biang Kerok Pemilu 2024 Terburuk Sepanjang Sejarah Indonesia

Ketua KPU RI di Laporkan ke DKPP; Lakukan Pelanggaran Kode Etik dengan Cara Merayu sampai Buat Asusila

Djarot Sebut PDIP Akan Layangkan Gugatan Pemilu 2024 ke PTUN

450 ASN di Laporkan ke Bawaslu Atas Dugaan Pelanggaran Netralitas Pemilu 2024

PILIHAN EDITOR

Andreas Hugo Pareira Minta Revisi UU HAM Tetap Jaga Kemandirian Komnas HAM

Pertahankan Hasil Disertasinya, Marinus Gea Tegaskan ESG Bukan Beban, tapi Sumber Nilai Perusahaan

Bocoran Terbaru Samsung Galaxy S26 Ultra: Pengisian Daya Lebih Cepat, Lebih Cerdas?

Soal Kasus Pandji, Marinus Gea: Demokrasi Tak Boleh Kalah oleh Rasa Tersinggung

Marinus Gea Tanggapi Temuan KPAI: Dugaan Pelecehan oleh Polisi Harus Diusut Tuntas

BERITA TERKINI

Dicopot dari Menkeu, Purbaya: Alhamdulilah Selamet Gue
Nasional

Dicopot dari Menkeu, Purbaya: Alhamdulilah Selamet Gue

by Feri Spt
16 September 2026

Suaranusantara.com- Per Senin sore 14 September 2026 Purbaya Yudhi Sadewa tak lagi menjabat sebagai Menteri Keuangan (Menkeu),...

Purbaya Yudhi Sadewa masih hadiri rapat bersama DPD di DPR RI, di tengah pelantikan Suahasil Nazara sebagai Menkeu baru (Instagram @rumpi_gosip)

Sebelum Dicopot dari Menkeu, Purbaya Mengaku Sudah Punya Firasat

16 September 2026
Rencana Purbaya Usai Tak Lagi Jabat Menkeu: Mau Mancing di Belakang Rumah Sambil Melamun, Kenapa Dipecat?

Rencana Purbaya Usai Tak Lagi Jabat Menkeu: Mau Mancing di Belakang Rumah Sambil Melamun, Kenapa Dipecat?

16 September 2026
Selain Fahd A Rafiq, KPK Sebut 3 Tersangka Lain Orang Kepercayaan Nusron Wahid Ini Daftarnya

Selain Fahd A Rafiq, KPK Sebut 3 Tersangka Lain Orang Kepercayaan Nusron Wahid Ini Daftarnya

16 September 2026
KPK Jelaskan Kronologi Penetapan Tersangka 4 Orang Kepercayaan Nusron Wahid Kasus Korupsi HGB Bogor

KPK Jelaskan Kronologi Penetapan Tersangka 4 Orang Kepercayaan Nusron Wahid Kasus Korupsi HGB Bogor

16 September 2026
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

 

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

©2025 SuaraNusantara.com