Suaranusantara.com- Isu Pemilihan Presiden 2029 disebut belum menjadi agenda pembahasan PDI Perjuangan. Penegasan ini disampaikan menyusul pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai memberi sinyal kemungkinan kembali bertarung pada pilpres mendatang.
PDI Perjuangan menilai pembicaraan mengenai kontestasi politik jangka panjang masih terlalu dini, mengingat pemerintahan baru berjalan dan membutuhkan dukungan penuh untuk memastikan program-program strategis dapat terlaksana dengan baik.
Sinyal politik tersebut sebelumnya muncul saat Prabowo memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah. Dalam forum tersebut, Prabowo menekankan agar seluruh pihak menghindari tindakan yang berpotensi mencelakakan bangsa dan negara.
Ia juga menyampaikan bahwa perbedaan pandangan dan kritik merupakan bagian dari demokrasi, namun seharusnya disalurkan melalui kompetisi politik yang sehat dan terbuka. Menurutnya, persaingan gagasan jauh lebih konstruktif dibandingkan upaya saling menjatuhkan.
Menanggapi konteks tersebut, PDI Perjuangan menegaskan sikapnya yang belum mengarah pada pembahasan Pilpres 2029 dan memilih memprioritaskan kerja-kerja politik yang berkaitan langsung dengan kepentingan rakyat dan stabilitas nasional.
“Kalau saudara tidak suka dengan 2-3 orang, jangan merusak seluruh bangsa. Kalau tidak suka sama Prabowo, silakan, 2029 bertarung,” ucap Prabowo di hadapan peserta rakornas di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor.
Ketua DPP PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pareira mengatakan agenda Pilpres 2029 belum menjadi fokus agenda partainya saat ini. Menurut dia, ada yang lebih prioritas dibanding hanya membicarakan perihal kekuasaan.
“Bosan rakyat hanya bicara mengejar kekuasaan,” kata dia
Selain itu, Andreas mengatakan saat ini PDI Perjuangan masih fokus dalam melakukan konsolidasi partai. Khususnya untuk membantu rakyat dalam menghadapi berbagai tantangan seperti bencana ekologi dan dampak lanjutannya.
Dia juga menyoroti sulitnya lapangan kerja yang kini sulit didapat masyarakat. Belum lagi, ujar dia, fenomena pemutusan hubungan kerja yang masif dan lonjakan harga pangan di tengah menurunnya daya beli.
Menurut dia, PDI Perjuangan lebih mementingkan penyelesaian segala problem itu dengan segera alih-alih berbicara ihwal pemilihan presiden.
“Kami (fokus) urus dulu rakyat,” ucap Wakil Ketua Komisi XIII DPR ini.


















Discussion about this post