Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Nasional

Badan Pengkajian MPR Gelar FGD, Bahas Penguatan Demokrasi dan Kedaulatan Rakyat

snc4 by snc4
15 March 2026
in Nasional
Reading Time: 3 mins read
A A
2
SHARES
17
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Suaranusantara.com – Kelompok I Badan Pengkajian MPR RI menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Kedaulatan Rakyat Dalam Perspektif Demokrasi Pancasila” di Kota Tangerang Selatan, Banten, Jumat (13/3/2026).

Dalam pengantarnya, Ketua Badan Pengkajian MPR RI, Prof. Dr. Yasonna H. Laoly, S.H., M.Sc., Ph.D., menjelaskan bahwa kajian mengenai kedaulatan rakyat telah dilakukan di berbagai daerah, seperti Jakarta, Surabaya, dan Medan. Hal ini bertujuan untuk mengevaluasi apakah sistem demokrasi yang berjalan saat ini benar-benar mencerminkan prinsip Demokrasi Pancasila sebagaimana diamanatkan konstitusi.

“Kami ingin melihat kembali, setelah reformasi dan amandemen konstitusi, apakah demokrasi kita saat ini benar-benar mewujudkan kedaulatan rakyat sebagaimana yang diharapkan,” kata Yasonna.

BACAJUGA

Lokakarya Kelompok DPD di MPR Soroti Peran Strategis Perempuan dalam Pembentukan Karakter Bangsa di Era Digital

SMAN 2 Kota Bogor Juara LCC Empat Pilar MPR 2026 Tingkat Provinsi Jawa Barat, Lolos ke Tingkat Nasional

FGD tersebut dihadiri oleh anggota Badan Pengkajian MPR RI, antara lain Dr. Andreas Hugo Pereira, H. Hasan Basri Agus, Dr. Ir. Hj. Endang Setyawati Tohari, DESS., M.Sc., Saadiah Uluputty, S.T., Drs. H. Guntur Sasono, M.Si., Dr. H. Dedi Iskandar Batubara, S.Sos., S.H., M.S.P., M.H., C.I.R.B.C., C.W.C., Denty Eka Widi Pratiwi, S.E., M.H., Heri Gunawan, S.E., M.B.A., M.A.P, dan Dr. Lia Istifhama, S.H.I., S.Sos., S.Sos.I., M.E.I.

Hadir pula narasumber pakar/ahli, yakni Akademisi dan Pemerhati Politik, Rocky Gerung dan Guru Besar Sosiologi Universitas Negeri Jakarta, Prof. Dr. Robertus Robet, M.A.

Turut hadir Plt. Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, S.E., M.M., pejabat dan staf Sekretariat Badan Pengkajian MPR RI sebagai dukungan teknis.

Yasonna menyoroti perubahan kualitas parlemen sejak awal reformasi. Menurutnya, fungsi pengawasan lembaga legislatif terhadap pemerintah sempat berjalan sangat kuat pada masa awal reformasi.

“Ada kemunduran kualitas parlemen. Pada awal reformasi, mekanisme check and balances betul-betul berjalan kuat. Padahal prinsip pengawasan kekuasaan merupakan syarat penting untuk menciptakan pemerintahan yang baik,” ujar anggota Komisi XIII DPR ini.

Lebih lanjut, ia juga menyinggung meningkatnya keresahan di masyarakat akibat berbagai dinamika politik dan penegakan hukum.

“Kita tidak menginginkan adanya manajemen ketakutan. Jangan sampai muncul kesan bahwa kritik atau keresahan masyarakat justru dibalas dengan tekanan,” ungkapnya.

Menurutnya, berbagai peristiwa yang terlihat kecil dapat memicu ketegangan sosial yang lebih besar apabila tidak ditangani secara bijak. Karena itu, ia menilai penting menghadirkan pemikir kritis dalam diskusi untuk memberikan perspektif yang jernih.

“Kami sengaja mengundang narasumber yang berpikir kritis, bukan sekadar memberikan pujian. Tujuannya agar lahir pemikiran yang mencerahkan,” tuturnya.

Diskusi tersebut merupakan bagian dari rangkaian kajian MPR untuk merumuskan gagasan terkait penguatan sistem demokrasi dan konstitusi Indonesia ke depan. Hasil diskusi akan dihimpun dan dibahas lebih lanjut dalam forum resmi MPR.

“Ini masih tahap diskusi awal. Nanti akan kami rangkum dan dibawa dalam pembahasan yang lebih luas,” pungkasnya.

Dalam paparan awal, Akademisi dan Pemerhati Politik, Rocky Gerung menegaskan pentingnya mengembalikan orientasi dasar kehidupan bernegara pada prinsip kedaulatan rakyat. Secara historis konsep kedaulatan rakyat telah muncul lebih dahulu sebelum perumusan demokrasi Pancasila, karena gagasan tersebut berkembang sejak tradisi pemikiran politik modern yang lahir dari Revolusi Prancis.

Oleh karena itu, kata Rocky, dalam praktik demokrasi tidak boleh ada institusi apa pun, baik negara, partai, maupun militer yang menghalangi kedaulatan rakyat sebagai prinsip tertinggi dalam kehidupan bernegara.

“Tidak boleh ada satu institusi pun dalam demokrasi yang menghalangi kedaulatan rakyat. Tentara tidak boleh menghalangi kedaulatan rakyat, negara tidak boleh menggantikannya, dan partai tidak boleh membatalkannya. Kedaulatan itu melekat pada rakyat dan yang lain hanyalah turunan teknis dari prinsip tersebut,” ujarnya.

Rocky juga menjelaskan bahwa dari lima sila Pancasila, terdapat dua prinsip yang secara historis dan filosofis memiliki kedudukan paling fundamental dalam membangun demokrasi, yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab serta keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Kedua prinsip ini dinilai bersifat universal dan tidak dapat dibatalkan oleh perkembangan politik apa pun. Prinsip tersebut bahkan dapat diuji dengan kerangka teori keadilan modern seperti gagasan John Rawls yang menekankan prioritas bagi kelompok paling rentan dalam masyarakat.

“Secara ideologis dan historis, hanya dua nilai dalam Pancasila yang benar-benar bersifat universal dan perennial, yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab serta keadilan sosial. Dua prinsip inilah yang seharusnya menjadi dasar setiap regulasi dan kebijakan negara,” ujarnya.

Lebih jauh, Rocky juga menyoroti pentingnya membangun kembali tradisi demokrasi deliberatif di Indonesia, yaitu demokrasi yang didasarkan pada argumentasi rasional dan pertukaran gagasan. Demokrasi tidak cukup hanya dipahami sebagai pemerintahan rakyat, tetapi harus menjadi pemerintahan akal melalui partisipasi rakyat.

Untuk itu, pendidikan politik dan kaderisasi kepemimpinan harus menekankan etika, kapasitas intelektual, serta kemampuan berpikir kritis sebelum mempertimbangkan elektabilitas semata.

“Pemimpin seharusnya ditapis melalui tiga tahap: pertama etikabilitas, kedua intelektualitas, dan terakhir elektabilitas. Tanpa etika dan kemampuan berpikir, elektabilitas hanya akan melahirkan dealer kekuasaan, bukan leader yang memimpin bangsa,” katanya.

Sementara itu, Guru Besar Sosiologi Universitas Negeri Jakarta, Prof. Dr. Robertus Robet, M.A., menjabarkan konsep kedaulatan rakyat yang merupakan prinsip dasar dalam teori politik modern yang menempatkan rakyat sebagai sumber kekuasaan tertinggi dalam negara.

Robertus merujuk pada pemikiran tokoh teori kedaulatan seperti Jean Bodin yang menyebut kedaulatan sebagai “kekuasaan tertinggi yang absolut dan terus-menerus dalam suatu negara”. Menurutnya, ketika negara mengakui kedaulatan rakyat, maka semua bentuk kekuasaan lain berada di bawah rakyat.

Namun dalam praktik demokrasi modern, kedaulatan itu sering hanya tampak secara nyata saat pemilu berlangsung.

“Kedaulatan rakyat itu seperti kita tidak bisa melihat bentuknya secara langsung, tetapi kita merasakannya pada saat pemilu,” ujarnya.

Robertus juga membandingkan beberapa konsep kedaulatan dari para pemikir klasik. Selain Jean Bodin, ia menyinggung teori social contract dari Thomas Hobbes yang melihat negara sebagai kekuasaan tertinggi untuk menghindari kekacauan sosial, serta gagasan “kehendak umum” dari Jean-Jacques Rousseau yang menempatkan rakyat sebagai sumber legitimasi politik.

Ia juga mengingatkan bahwa konsep kedaulatan bisa disalahgunakan ketika diinterpretasikan secara otoriter, seperti dalam teori keputusan politik dari Carl Schmitt yang menekankan kekuasaan penguasa untuk mengambil keputusan dalam keadaan darurat.

Lebih lanjut, Robertus mengaitkan teori tersebut dengan perdebatan tentang kedaulatan rakyat dalam sidang Sidang BPUPKI pada 1945. Dalam sidang tersebut, para pendiri bangsa merumuskan konsep demokrasi Indonesia yang tidak sepenuhnya meniru demokrasi liberal Barat. Pemikiran tokoh seperti Soekarno dan Mohammad Hatta menekankan bahwa kekuasaan berasal dari rakyat, tetapi keputusan politik harus ditempuh melalui musyawarah dan perwakilan.

“Prinsip permusyawaratan menunjukkan bahwa rakyat adalah sumber kekuasaan, tetapi keputusan politik dicapai melalui musyawarah dan wakil rakyat,” jelasnya.

Menurutnya, prinsip tersebut kemudian tercermin dalam sila keempat Pancasila yang menekankan “kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan”. Ia menilai konsep ini dekat dengan tradisi republikan yang menekankan akal sehat, pencarian kemaslahatan umum (common good), dan proses deliberasi dalam politik.

Namun ia juga mengingatkan adanya tantangan dalam praktik demokrasi modern, termasuk godaan totalitarian ketika pemimpin mencoba menguasai kedaulatan rakyat secara permanen.

“Pemilu pada dasarnya adalah kontrak sementara antara rakyat dan penguasa. Ketika kontrak itu ingin diperpanjang tanpa batas, di situlah godaan totalitarian muncul,” tegasnya.

Tags: Badan Pengkajian MPRDemokrasiFGDKedaulatan RakyatMPR RI
ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

Dressponsible Vol. 2 Hadir Mendorong Kesadaran Generasi Muda terhadap Sustainable Fashion
Nasional

Dressponsible Vol. 2 Hadir Mendorong Kesadaran Generasi Muda terhadap Sustainable Fashion

by SNC 9
18 April 2026

Suaranusantara.com - Dressponsible kembali hadir melalui Dressponsible Vol. 2,...

Gedung Bank Mandiri
Nasional

Konsisten Tumbuh Berkelanjutan, Bank Mandiri Jadi Perusahaan Terbaik Indonesia Versi TIME

by snc4
18 April 2026

Suaranusantara.com - Bank Mandiri kembali menegaskan posisinya sebagai institusi keuangan...

Berbagi Kebaikan untuk Sesama, Bank Mandiri Gelar Donor Darah Massal di Makassar, Libatkan 2.800 Pendonor Secara Nasional

Berbagi Kebaikan untuk Sesama, Bank Mandiri Gelar Donor Darah Massal di Makassar, Libatkan 2.800 Pendonor Secara Nasional

18 April 2026

MenPANRB Minta Praja IPDN Melek Digital demi Tingkatkan Kualitas Pelayanan

18 April 2026

Gelar Ratas, Prabowo Instruksikan Percepatan Implementasi Program Strategis Nasional

18 April 2026

Presiden Prabowo Tegaskan Keberagaman adalah Jati Diri Bangsa Bangsa Indonesia

18 April 2026

Discussion about this post

POPULER MINGGU INI

Presiden ke 7 RI Joko Widodo atau Jokowi dikabarkan jadi Dewan Pembina PSI (instagram @yusufmuhammad)

Lama Tak Terlihat, Begini Kondisi Terbaru Jokowi

9 months ago
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (instagram @pramonoanungw)

Pramono Anung Tak Izinkan Atlet Israel ke Jakarta: Tak Ada Manfaatnya

6 months ago
Hasto Kristiyanto akan melawan KPK di sidang praperadilan yang digelar pekan depan Selasa 21 Januari 2025 (instagram @fakta.indo)

Bagaimana Persiapan Hasto Kristiyanto Hadapi Sidang Praperadilan Upaya Melawan KPK pada Selasa Pekan

1 year ago
Bareskrim Geledah Kantor PT Pertamina Patra Niaga Usut Korupsi BBM

Bareskrim Geledah Kantor PT Pertamina Patra Niaga Usut Korupsi BBM

3 years ago
Sandiaga Uno (Youtube Sandiuno TV/Tangkapan Layar)

Dirinya Disebut Bakal Jadi Cawapres, Sandiaga: Sabar, Ojo Kesusu

3 years ago

TOPIK: PEMILU 2024

PDIP Menang Pemilu Tiga Kali Beruntun, Tapi Citra Publik Menurun?

Rekomendasi Rakernas V PDI Perjuangan: Penyalahgunaan Kekuasaan Jadi Biang Kerok Pemilu 2024 Terburuk Sepanjang Sejarah Indonesia

Ketua KPU RI di Laporkan ke DKPP; Lakukan Pelanggaran Kode Etik dengan Cara Merayu sampai Buat Asusila

Djarot Sebut PDIP Akan Layangkan Gugatan Pemilu 2024 ke PTUN

450 ASN di Laporkan ke Bawaslu Atas Dugaan Pelanggaran Netralitas Pemilu 2024

PILIHAN EDITOR

Pertahankan Hasil Disertasinya, Marinus Gea Tegaskan ESG Bukan Beban, tapi Sumber Nilai Perusahaan

Bocoran Terbaru Samsung Galaxy S26 Ultra: Pengisian Daya Lebih Cepat, Lebih Cerdas?

Soal Kasus Pandji, Marinus Gea: Demokrasi Tak Boleh Kalah oleh Rasa Tersinggung

Marinus Gea Tanggapi Temuan KPAI: Dugaan Pelecehan oleh Polisi Harus Diusut Tuntas

Habiburokhman: Sistem Peradilan Kita Masih Berat Sebelah

BERITA TERKINI

Politik

Megawati Wajibkan Kader PDIP Rapat Rutin dan Buka Layanan untuk Rakyat

by SNC 7
18 April 2026

Suaranusantara.com - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri  mewajibkan pengurus partai di daerah untuk menggelar rapat rutin...

Megawati Minta Kader PDIP Antisipasi Dampak Geopolitik, Jaga Ekonomi Rakyat

18 April 2026

Kader PDIP Didorong Kuasai Pemikiran Kritis Soekarno dan Turun ke Rakyat

18 April 2026

Ucapkan Selamat Dharma Santi 2026, Prabowo Tekankan Harmoni dan Persatuan

18 April 2026
Inter Milan vs Cagliari

Prediksi Inter Milan vs Cagliari: Ambisi Nerazzurri Mengunci Gelar di San Siro!

17 April 2026
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

 

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

©2025 SuaraNusantara.com