Suaranusantara.com – Fokus keselamatan menjadi perhatian utama pemerintah dalam menghadapi arus balik Lebaran 2026, di tengah potensi lonjakan pergerakan masyarakat dan ancaman cuaca buruk di sejumlah wilayah.
Kementerian Perhubungan mencatat, berbagai langkah pengawasan telah dilakukan untuk memastikan kesiapan sarana transportasi.
Hingga 23 Maret 2026, sebanyak 60.946 kendaraan angkutan darat telah menjalani rampcheck, disusul 836 kapal, serta 232 kapal penyeberangan yang diperiksa dengan tingkat kelayakan mencapai 91,34 persen.
Di sektor udara, tercatat 372 pesawat dalam kondisi siap operasi dari total 564 unit.
Sementara itu, pada moda perkeretaapian, sebanyak 3.679 sarana telah diperiksa dengan tingkat kelaikan mencapai 99,78 persen. Data ini menunjukkan kesiapan transportasi nasional dalam menghadapi arus balik.
Meski demikian, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa kesiapan armada saja tidak cukup tanpa didukung kedisiplinan operator dan awak kendaraan.
“Kami meminta seluruh operator memastikan armada dalam kondisi laik operasi, mematuhi standar keselamatan, serta memperhatikan kondisi cuaca di sepanjang lintasan. Selain itu, kondisi fisik dan kesehatan awak kendaraan harus benar-benar dijaga agar tetap prima dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” kata Dudy dalam keterangannya.
Selain kondisi kendaraan, faktor kelelahan pengemudi juga menjadi sorotan. Pemerintah mengingatkan pentingnya pengaturan waktu kerja dan istirahat bagi pengemudi untuk mencegah risiko kecelakaan.
Operator diminta menyediakan pengemudi cadangan untuk perjalanan jarak jauh lebih dari delapan jam, serta memastikan pengemudi beristirahat minimal satu jam sebelum melanjutkan perjalanan.
Di sisi lain, masyarakat juga diimbau untuk berperan aktif menjaga keselamatan perjalanan dengan memantau informasi resmi terkait arus balik dan perkembangan lalu lintas.
Selain itu, informasi prakiraan cuaca dari BMKG juga menjadi acuan penting dalam merencanakan perjalanan, mengingat potensi cuaca ekstrem yang dapat memengaruhi keselamatan di jalan.
Pemerintah menegaskan bahwa kelancaran arus balik tidak hanya bergantung pada kesiapan infrastruktur dan armada, tetapi juga kolaborasi antara operator, pengemudi, dan masyarakat. Dengan sinergi tersebut, arus balik Lebaran 2026 diharapkan dapat berjalan aman, tertib, dan nyaman.


















Discussion about this post