Suaranusantara.com- Siswa sekolah akan segera masuk sekolah setelah selama kurang lebih dua minggu menikmati libur Lebaran 2026 sejak 16 Maret hingga 28 Maret.
Siswa dijadwalkan akan kembali belajar di sekolah pada 30 Maret 2026 mendatang. Namun, pemerintah berencana akan memberlakukan belajar secara online atau daring usai libur Lebaran 2026.
Langkah memberlakukan belajar daring sebagai bentuk menghemat energi yang berlaku hampir seluruh sektor termasuk pendidikan.
Kebijakan belajar daring sebelumnya pernah dilakukan lantaran Indonesia dilanda pandemi Covid-19.
Kebijakan belajar daring bagi siswa/i hingga mahasiswa/i akan mulai diberlakukan per April 2026.
“Kebijakan penghematan energi lintas sektor tersebut direncanakan mulai berlaku pada April 2026,” ujar Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno dalam keterangan tertulis dikutip Senin, 23 Maret 2026.
Nantinya dalam penerapan belajar daring, Pratikno menjelaskan akan disesuaikan dengan karakteristik substansi mata kuliah atau pelajaran.
Pratikno juga memastikan bahwa kegiatan belajar mengajar tidak akan terganggu.
“Langkah efisiensi harus disusun secara terukur dan berbasis data konsumsi energi serta tingkat mobilitas di masing-masing sektor, sehingga tidak menimbulkan dampak negatif yang berlebihan bagi masyarakat,” ujar dia.
Pratikno berujar, bahwa tidak semua pelajaran atau mata kuliah diterapkan secara daring.
Kegiatan pembelajaran yang bersifat praktikum tetap diarahkan dilaksanakan tatap muka guna menjaga kualitas proses pembelajaran.
“Pendekatan ini dilakukan dengan mempertimbangkan karakteristik masing-masing jenjang pendidikan serta kebutuhan pembelajaran yang berbeda,” ujar dia.
Selain di sektor pendidikan, kebijakan efisiensi energi juga diterapkan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), penguatan pemanfaatan platform digital untuk mendukung efektivitas kerja, pembatasan mobilitas perjalanan dinas, dan penerapan strategi hemat energi pada operasional gedung perkantoran.
Lalu terkait pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG), Pratikno mengatakan tengah mengkaji mekanisme penyesuaian distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hal ini dikarenakan adanya potensi perubahan pola kehadiran siswa di sekolah serta opsi skema pembiayaan alternatif untuk mendukung kebutuhan akses internet bagi peserta didik bila diterapkan pembelajaran daring.
Perumusan kajian itu akan diberikan dalam bentuk laporan kepada Presiden RI Prabowo Subianto. Laporan itu memberi gambaran konsumsi energi di sektor pembangunan manusia dan kebudayaan.
“Serta akan diberikan rekomendasi langkah-langkah penghematan yang akan dilakukan oleh kementerian dan lembaga terkait,” ujar Pratikno.


















Discussion about this post