Suaranusantara.com- Selasa 24 Maret kemarin merupakan puncak arus balik Lebaran 2026. Di mana seluruh masyarakat mulai kembali ke tanah perantauan Jabodetabek.
Ruas jalan-jalan di Jabodetabek mulai terpantau dipadati arus kendaraan. Hal ini menjadi pertanda bahwa libur Lebaran telah usai.
Berdasarkan data PT Jasamarga Transjawa Tol mencatat sebanyak 85.453 kendaraan telah melintas keluar dari Gerbang Tol Cikampek Utama menuju Jakarta hingga Selasa malam.
Vice President Corporate Secretary and Legal PT JTT, Ria Marlinda Paalo menyebut lonjakan mulai terasa sejak malam hari.
“Karena memang melihat saat ini sudah naik untuk volume lalu lintasnya, sekitar pukul 20.00 sampai 21.00 WIB sudah mencapai sekitar 70 ribu kendaraan,” ujarnya Rabu 25 Maret 2026.
Secara keseluruhan, PT Jasa Marga mencatat sekitar 1,7 juta kendaraan telah kembali ke Jabotabek dalam periode H-10 hingga H+2 Lebaran (11–23 Maret 2026).
Angka ini baru sekitar separuh dari total proyeksi arus balik tahun ini.
“Arus lalu lintas kendaraan diperkirakan terus meningkat, terutama pada periode puncak arus balik tanggal 24, 28, dan 29 Maret 2026,” kata Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono.
Untuk mengantisipasi kepadatan, pengelola tol menerapkan berbagai strategi, seperti:
– Penambahan gardu transaksi
– Penerapan sistem one way nasional
– Contraflow di titik-titik strategis
Tak hanya jalur tol, jalan arteri pun juga terlihat mulai dipadati kendaraan, seperti di Pantura Cirebon. Dinas Perhubungan mencatat lebih dari 114.431 kendaraan melintas menuju Jakarta hingga Selasa siang.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Cirebon, Indra Setiaman menyebut kendaraan roda dua mendominasi arus balik.
“Total ada 114.431 kendaraan yang melintas menuju arah Jakarta sampai Selasa pukul 14.30 WIB,” katanya.
Selain arus balik, aktivitas wisata di wilayah tersebut turut menambah kepadatan, sehingga pengaturan lalu lintas diperketat melalui koordinasi lintas instansi.
Bukan cuma volume kendaraan yang melonjak, melainkan lonjakan penumpang juga terjadi di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan. Ribuan pemudik memadati area tunggu sejak pagi hingga malam hari.
Data ASDP mencatat sebanyak 91.657 penumpang menyeberang dari Sumatera ke Jawa pada H+2 Lebaran—naik 58,6 persen dibanding tahun lalu.
Untuk mengatasi lonjakan ini, ASDP menerapkan:
– Sistem delay
– Skrining tiket
– Pengaturan operasional dermaga
Sementara itu, lintasan Ketapang–Gilimanuk juga mengalami peningkatan dengan:
– 38.212 penumpang
– 11.571 kendaraan (naik 10,5 persen)
Sebanyak 33 kapal feri dikerahkan untuk menjaga kelancaran arus.
Selain kapal, transportasi kereta api juga mengalami lonjakan signifikan. PT KAI Daop 1 Jakarta mencatat 52.926 penumpang tiba pada H+3 Lebaran, lebih tinggi dibanding jumlah keberangkatan.


















Discussion about this post