Suaranusantara.com- Pemerintah berencana akan memberlakukan kebijakan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) usai libur Lebaran 2026 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Tak hanya ASN, pemerintah berharap kebijakan WFH juga diterapkan oleh swasta. Hal ini sebagai bentuk efisiensi energi terutama bahan bakar minyak (BBM).
Saat ini harga minyak dunia meroket imbas perang Timur Tengah. Untuk meminimalisir dampak perang terhadap perekonomian di Indonesia, maka pemerintah mengkaji kebijakan WFH.
Kebijakan WFH akan berlaku satu hari dalam lima kerja.
“Kemudian yang terakhir terkait dengan kajian, bahwa dengan tingginya harga minyak, maka perlu efisiensi daripada waktu kerja. Di mana akan dibuka fleksibilitas untuk work from home (WFH). Dalam satu hari dalam 5 hari kerja,” kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto seusai rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Senin 23 Maret 2026.
Secara teknis, saat ini pemerintah tengah mempersiapkan kebijakan WFH baik ASN maupun swasta.
“Nah itu teknisnya sedang akan disiapkan, karena ini diharapkan juga tidak hanya ASN tetapi juga swasta dan juga pemda-pemda,” ujarnya.
Saat ini pemerintah tengah mengkaji lebih dulu. Nanti baru diumumkan kepada publik terkait kebijakan WFH.
“Nah, ini semuanya kita sedang siapkan lagi, nanti sesudah konsepnya sudah matang, kita akan segera informasikan ke publik lebih detail,” lanjutnya.
Airlangga mengatakan kebijakan WFH akan diberlakukan pasca Lebaran. Namun ia belum menyebutkan rinci kapan waktu pelaksanaannya.
“Pasca-Lebaran, tapi nanti kita akan tentukan kapan waktunya,” ujarnya.
Sebelumnya, usul WFH ini telah disampaikan Prabowo sebagai respons dari dampak konflik di wilayah Timur Tengah. Prabowo berkaca dari Pakistan yang memotong waktu kerja menjadi empat hari.
“Jadi mereka menganggap ini sudah kritis jadi dikatakan critical measures. Seolah-olah bahwa ini bagi mereka adalah ini dulu seperti kita dulu COVID. Mereka melaksanakan work from home untuk semua kantor, pemerintah, maupun swasta, 50 persen bekerja dari rumah. Kemudian, hari kerja mereka potong jadi hanya empat hari,” katanya saat sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat 13 Maret 2026.
Tak hanya itu, Prabowo juga berbicara soal pemotongan gaji anggota kabinet dan parlemen seperti Pakistan.
“Banyak negara sudah melakukan langkah-langkah. Mungkin Seskab ada slide untuk memberi tahu, berapa langkah. Ini ada langkah Pakistan. Ini hanya sebagai perbandingan,” kata Prabowo seraya menampilkan paparan grafis tentang langkah-langkah pemerintah Pakistan dalam situasi krisis.


















Discussion about this post