Suaranusantara.com- Nurlaela seorang guru SD menjadi salah satu korban meninggal dunia dalam kecelakaan kereta api yang terjadi pada Senin malam 27 April 2026 di Stasiun Bekasi Timur.
Nurlaela merupakan guru SD di Sekolah Dasar Negeri PulogebangI 11, Jakarta Timur. Meninggalnya Nurlela dalam insiden kecelakaan yang melibatkan KA Argo Bromo jurusan Jakarta-Surabaya dengan KRL jurusan Jakarta-Cikarang ini, meninggalkan duka mendalam bagi orang-orang terdekat.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung turut merasakan duka atas meninggalnya Nurlaela serta 14 orang lainnya yang menjadi korban tewas dalam kecelakaan kereta api.
“Bapak Gubernur Pramono Anung menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya Ibu Nurlela. Beliau adalah pendidik yang berdedikasi tinggi dan telah mencerdaskan generasi penerus bangsa,” ujar Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim dalam keterangan tertulis, Selasa, 28 April 2026.
Chico menambahkan, atas arahan gubernur, Pemprov DKI Jakarta akan memberikan pendampingan penuh kepada keluarga korban.
Dukungan tersebut mencakup proses pemakaman hingga pemulihan psikologis keluarga yang ditinggalkan.
“Pemprov DKI Jakarta akan mendampingi keluarga korban sepenuh hati, baik dalam pengurusan pemakaman maupun pemulihan psikologis. Kami juga terus berkoordinasi intensif dengan semua pihak terkait agar penanganan dan tindak lanjut peristiwa ini dilakukan dengan cepat, tepat, dan transparan,” kata dia.
Selain itu, pemerintah daerah turut mengapresiasi seluruh pihak yang telah terlibat dalam penanganan pasca-kecelakaan.
Pemprov juga mengajak masyarakat untuk mendoakan korban serta memberikan dukungan moral kepada keluarga.
Senada, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, menyampaikan rasa kehilangan atas sosok Nurlela yang dikenal sebagai guru berdedikasi.
“Kami sangat berduka cita atas kepergian Ibu Nurlela, salah seorang guru kami yang berdedikasi. Atas nama seluruh keluarga besar Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan,” ujarnya.
Ia berharap almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini.
Sebagai tindak lanjut, Dinas Pendidikan DKI Jakarta memastikan akan memberikan pendampingan menyeluruh kepada keluarga korban, termasuk dalam aspek administrasi dan dukungan psikososial.
Adapun kecelakaan ini telah merenggut sebanyak 15 korban jiwa dan 88 mengalami luka-luka. Mirisnya, semua korban kecelakaan kereta api seratus persen perempuan.


















Discussion about this post