
Jakarta-SuaraNusantara
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, Vietnam adalah salah satu mitra strategis Indonesia sejak tahun 2013. Indonesia dan Vietnam juga disatukan dalam ASEAN, dan Vietnam saat ini menjadi Ketua APEC, dan akan menjadi tuan rumah KTT APEC bulan November nanti.
“Indonesia memberikan dukungan bagi ke-ketua-an Vietnam, dan dalam pertemuan tadi kita memfokuskan pada tiga isu utama, yaitu peningkatan kerjasama di bidang maritim dan perikanan, di bidang perdagangan dan investasi, serta isu kawasan,” ungkap Presiden dalam keterangan pers bersama dengan Sekjen Partai Republik Sosialis Vietnam Nguyen Phu Trong, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/8/2017).
Di bidang maritim dan perikanan, lanjut Presiden Jokowi, Indonesia dan Vietnam sepakat untuk mempercepat proses perundingan delimitasi batas Zona Ekonomi Eksklusif Republik Indonesia dan Vietnam. Sementara di bidang perikanan kedua negara sepakat untuk menindaklanjuti usulan Indonesia bagi dicapainya Sustainable Fisheries, dan bekerja sama mengatasi Illegal Unreported and Unregulated Fishing (IUU Fishing).
Mengenai kerja sama di bidang perdagangan dan investasi, di bidang perdagangan, menurut Presiden Jokowi, dalam 3 tahun terakhir nilai perdagangan kedua negara terus meningkat. “Kita telah membahas berbagai langkah dan inisiatif baru agar target perdagangan sebesar 10 miliar dollar AS dapat dicapai,” ujarnya.
Presiden Jokowi juga menjelaskan, sebagai negara kunci dan produsen utama lada dan karet di dunia, delegasi pemerintah juga bersepakat untuk mengambil langkah konkrit dalam pengelolaan, dalam menjaga stabilitas harga, dan meningkatkan kualitas kedua komoditas tersebut.
Sementara di bidang investasi, Pemerintah RI mengharapkan investor Indonesia di Vietnam dapat terus mendapatkan perlindungan dan fasilitasi.
Menurut Presiden, dirinya dan Sekjen Partai Republik Sosialis Vietnam Nguyen Phu Trong juga bertukar pikiran tentang kawasan, khususnya ASEAN yang memasuki usia ke-50, serta menekankan pentingnya menjaga kesatuan dan sentralitas ASEAN, pentingnya bekerja sama mewujudkan visi masyarakat ASEAN tahun 2025.
“Kita juga menyambut baik kemajuan yang dicapai dalam kerangka Code of Conduct yang akan menjadi dasar yang kuat bagi pengaturan normal komprehensif di Laut Cina Selatan,” sambung Presiden Jokowi seraya menambahkan, kedua negara juga sepakat untuk menjadikan ASEAN sebagai motor bagi terciptanya perdamaian, stabilitas, dan kesejahteraan kawasan.
Siaran pers Kementerian Luar Negeri RI menyebutkan, Republik Sosialis Vietnam menganut sistem mono partai dimana Sekjen Partai Republik Sosialis adalah bagian integral dari eksistensi negara, dan memiliki kewenangan dan kekuasaan tertinggi yang melampaui Presiden dan Perdana Menteri.
Penulis: Rio

















