Suaranusantara.com- Jelang Iduladha 2026, Presiden RI Prabowo Subianto mulai membeli sapi kurban untuk bantuan kemasyarakatan (Banmas).
Prabowo membeli sapi kurban di sejumlah peternakan di Indonesia, salah satunya dari Lamongan, Jawa Timur.
Sapi asal Lamongan yang diberi Prabowo memiliki nama Satria dengan bobot 1,2 ton. Sapi Satria ini berjenis Simental Crossing yang dipelihara di kandang sederhana milik Suwignyo yang berada di Desa Puter, Kecamatan Kembangbahu, Lamongan.
Ukuran tubuhnya yang tinggi besar membuat Satria menjadi perhatian warga sekitar yang penasaran ingin melihat langsung sapi pilihan presiden.
Pemilik sapi, Suwignyo, mengaku bangga sekaligus terharu karena kandangnya kembali dipercaya pihak Istana untuk kedua kalinya menyediakan hewan kurban presiden.
“Sapi ini merupakan satu dari dua sapi yang dipilih langsung oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai hewan kurban bantuan kemasyarakatan,” ujarnya pada Junat 15 Mei 2026.
Suwignyo menjelaskan, pemilihan sapi kurban tersebut tidak berlangsung singkat. Selama dua bulan terakhir, Satria harus menjalani tahapan verifikasi ketat dari tim Dinas Peternakan tingkat kabupaten hingga provinsi.
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan, bobot tubuh, hingga kelayakan fisik sapi sebelum akhirnya dinyatakan layak menjadi hewan kurban Presiden.
Dalam kesempatan itu, Suwignyo juga mengungkapkan asal-usul nama Satria yang diberikan oleh anaknya sejak sapi itu masih kecil.
Nama tersebut kini dianggap membawa keberuntungan karena berhasil terpilih sebagai sapi kurban kepresidenan.
Untuk menjaga kondisi sapi tetap prima hingga hari penyembelihan, Suwignyo memberikan perawatan khusus. Pola makan Satria dijaga ketat dengan asupan bergizi, sedangkan kebersihan kandang dipantau selama 24 jam.
“Sapi ini bukan hanya sekadar hewan ternak bagi kami, melainkan amanah dari presiden. Jadi perawatannya memang harus maksimal,” tambahnya.
Rencananya, sapi berbobot 1,2 ton itu akan dikirim ke wilayah Kecamatan Mantup, Lamongan, untuk disembelih pada hari raya Iduladha mendatang.


















Discussion about this post