Suaranusantara.com – Pemerintah Pusat menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah situasi ketidakpastian global.
Rencana strategis tersebut dimatangkan langsung dalam rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto bersama jajaran Menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (21/5/2026).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan sejumlah poin penting yang diputuskan pemerintah. Salah satu langkah terdekat adalah memperpanjang kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi sektor-sektor tertentu.
Selain aturan WFH, Airlangga menambahkan bahwa pemerintah tengah menggodok jilid baru insentif ekonomi. Hal ini sengaja dipersiapkan untuk memicu minat pasar dan mendongkrak roda perekonomian pada kuartal kedua tahun ini.
“Tadi dibahas berbagai kebijakan yang akan diambil, termasuk kebijakan paket terkait dengan ekonomi ke depan dalam situasi seperti sekarang di mana perang belum berakhir. Maka juga akan dilanjutkan work from home untuk dua bulan ke depan,” kata Airlangga, dalam keterangannya kepada awak media usai pertemuan.
Melalui kombinasi kebijakan tersebut, pemerintah berkomitmen penuh untuk menjaga stabilitas sekaligus memperkokoh fondasi ekonomi nasional. Fokus utamanya adalah memastikan devisa hasil ekspor tetap parkir di dalam negeri, aktivitas perdagangan internasional berjalan tanpa hambatan, dan yang tidak kalah penting, tingkat kepercayaan para pelaku usaha tetap terjaga dengan baik.


















Discussion about this post