Suaranusantara.com- Pimpinan Himpunan Bank Negara (Himbara) atau BUMN pada Kamis siang 18 Juni 2026 menyambangi Istana Kepresidenan, Jakarta guna memenuhi undangan Presiden RI Prabowo Subianto.
Mereka pimpinan bank Himbara merupakan jajaran direksi dan komisaris di antaranya PT Bank Rakyat Indonesia, PT Bank Mandiri, PT Bank Tabungan Negara, dan PT Bank Syariah Indonesia.
Berdasarkan daftar undangan, ada sebanyak 93 nama yang diundang Prabowo pada pertemuan Kamis siang hingga malam itu.
Prabowo dalam pertemuannya dengan pimpinan Bank Himbara memerintahkan agar bukan hanya mengejar laba. Melainkan untuk hadir dengan mengambil peran strategis ekonomi nasional.
“Perbankan semata-mata tidak hanya mengejar dari segi laba, tetapi juga harus dirasakan kehadirannya ke masyarakat, ke rakyat dalam bentuk pemberian, persamaan, kesempatan dari segala lapisan dari UMKM, komersial maupun korporasi,” ujar Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani di Istana, Jakarta, Kamis malam, 18 Juni 2026.
Rosan menjelaskan, kapitalisasi pasar gabungan seluruh bank Himbara dapat mencapai sekitar Rp 1.100 triliun.
Menurut dia, angka tersebut mencerminkan sekitar 10 persen nilai seluruh perusahaan nasional.
Melihat potensi tersebut, kata Rosan, Prabowo menegaskan bahwa kehadiran bank Himbara bukan hanya sebagai entitas bisnis, namun juga dapat berperan aktif memberikan manfaat kepada masyarakat.
“Bank Himbara itu kurang lebih nilainya, tadi ditanya satu per satu contohnya seperti Bank Mandiri nilainya kurang lebih Rp 450 triliun. Ini berdasarkan market kapitalisasi ya di bursa. Kemudian BNI slightly di atas Rp 450 triliun, kemudian BNI mungkin di level sekitar hampir Rp 200 triliun, kemudian juga BSI dan juga BTN. Jadi kalau dijumlahkan itu nilainya kurang lebih tuh Rp 1.100 triliun,” tuturnya.
Selanjutnya, Rosan menilai bahwa bank Himbara juga berperan penting dalam mendukung program pemerintah.
Hanya saja, Rosan memandang dalam menjalankan peran dan proses bisnisnya, bank Himbara harus memegang asas kehati-hatian dan profesionalitas.
“Yang paling penting bahwa semuanya harus dijalankan dengan asas kehati-hatian secara profesional dan kehadiran Himbara ini benar-benar harus dirasakan manfaatnya oleh seluruh rakyat Indonesia dengan diberikan kesempatan yang sama,” kata Rosan.
Sementara itu, terkait kondisi harga minyak dunia, Rosan menyampaikan bahwa turunnya harga minyak dunia saat ini diharapkan dapat memberikan sentimen positif bagi perekonomian nasional.
“Harga minyak juga tadi disampaikan sudah menurun di bawah 80 (dollar AS) dan harapannya ini juga akan memberikan sentimen yang positif terhadap perekonomian kita,” kata Rosan.
Rosan turut menyebut perekonomian Indonesia harus menjadi perkonomian yang berdikari.
Oleh karena itu, peran dari pihak perbankan khususnya bank Himbara menjadi penting untuk mendukung perekonomian bangsa.
“Yang paling penting juga bahwa perekonomian kita ke depannya harus menjadi perekonomian yang berdikari atau berdiri di atas kaki sendiri dengan support dan bantuan dari pihak perbankan, terutama perbankan Himbara,” imbuh dia.


















Discussion about this post