Suaranusantara.com- Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menanggapi soal ajakan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) guna membahas polemik ijazah Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka.
Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ahmad Ali merespon dengan mempertanyakan urgensi dari dialog terbuka itu
Mantan politikus NasDem itu menilai, ajakan dialog terbuka itu perlu mempertimbangkan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyatakan gugatan terkait syarat pendidikan Gibran dalam Pilpres 2024 tidak dapat diterima.
Mengingat pada putusan MK itu, dinyatakan tidak ditemukan bukti ijazah Gibran setara SLTA/sederajat.
“Sekarang begini. Saya bukan orang hukum. Kalau orang menggugat, ada yang dituntut, toh? Dan kemudian ketika yang dituntut ditolak, terus apa yang dipermasalahkan?” ujar Ahmad Ali saat ditemui di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, dikutip Senin 26 Oktober 2026.
Ia pun mempertanyakan hal yang akan dibahas oleh fraksi-fraksi di DPR dalam menindaklanjuti polemik tersebut
“Terus apa yang mau didiskusikan? Bawa saja ditolak, kan begitu, kan?” ucap Ali.
Ahmad Ali menilai proses yang berlangsung di MK dalam perkara tersebut sebagai bagian dari demonstrasi politik.
“Itu hanya demonstrasi politik saja kemarin yang dibikin oleh oleh Mahkamah Konstitusi itu,” pungkas Ahmad Ali.
Sebelumnya, PKS mengajak parpol untuk membangund dialog terbuka membahas polemik ijazah Gibran.
Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Kholid mengatakan, langkah itu adalah tindak lanjut dari penugasan Presiden PKS Al Muzzammil Yusuf kepada Fraksi PKS di parlemen, untuk menjajaki pandangan dan sikap fraksi lain terkait polemik tersebut.
Meski demikian, Kholid memastikan bahwa PKS belum menentukan sikap soal kemungkinan penggunaan hak angket, ataupun hak menyatakan pendapat di DPR untuk menindaklanjuti polemik tersebut.
Dia mengatakan, DPR RI saat ini masih dalam masa reses. Karena itu, PKS akan melihat situasi dan kondisi pada masa sidang berikutnya.
“Saat ini DPR RI lagi reses, insyaallah nanti masa sidang berikutnya akan kita lihat situasi dan kondisinya,” kata Kholid.


















Discussion about this post