Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Nasional

Ibas Dorong Santriwati Punya Peran Menuju Indonesia Emas 2045

snc4 by snc4
2 November 2026
in Nasional
Reading Time: 4 mins read
A A
Ibas

Ibas

1
SHARES
11
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Suaranusantara.com– Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), mengajak para santriwati Pondok Modern Darussalam Gontor untuk berani memiliki cita-cita besar, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, menjaga akhlak, serta mengambil peran nyata dalam membangun masa depan Indonesia.

Pesan tersebut disampaikan Dr. Edhie Baskoro Yudhoyono saat memberikan kuliah umum bertajuk “Tantangan Global Kepemimpinan Generasi Muda Menuju Indonesia Emas 2045” di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1, Mantingan, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Jumat (30/10).

Kegiatan ini diikuti lebih dari 2.000 santriwati yang mengikuti pemaparan dengan antusias. Momentum tersebut menjadi istimewa, seiring perjalanan satu abad Pondok Modern Darussalam Gontor dalam mengembangkan pendidikan, membentuk karakter, serta mencetak generasi penerus bangsa.

BACAJUGA

EBY Ajak Generasi Muda Kendal Berinovasi dan Manfaatkan Teknologi untuk Ciptakan Peluang Kerja

Ibas Dorong UMKM dan Batik Kendal Naik Kelas, Perluas Akses Permodalan dan Pasar

Sebelum memberikan kuliah umum, Ibas terlebih dahulu bersilaturahmi dengan jajaran pimpinan dan keluarga besar Pondok Modern Darussalam Gontor. Pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan sekaligus membahas peran pendidikan pesantren dalam membentuk karakter dan menyiapkan generasi penerus bangsa.

Dalam kesempatan tersebut, Ibas menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar Pondok Modern Darussalam Gontor, para pimpinan pondok, pimpinan Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, para kiai, ustaz, ustazah, serta seluruh tenaga pendidik yang telah mendedikasikan diri dalam dunia pendidikan.

Dr. EBY juga mengajak seluruh hadirin untuk mengenang jasa para pendiri Gontor, yakni KH Ahmad Sahal, KH Zainuddin Fananie, dan KH Imam Zarkasyi. Menurutnya, cita-cita besar para pendiri dalam membangun pendidikan yang berlandaskan ilmu, akhlak, dan pengabdian harus terus dilanjutkan oleh generasi penerus.

“Seratus tahun Gontor bukan hanya tentang perjalanan sebuah lembaga pendidikan, tetapi juga tentang bagaimana nilai-nilai perjuangan, ilmu, akhlak, dan pengabdian terus diwariskan kepada generasi berikutnya. Kita berharap Gontor terus melahirkan generasi yang memberikan manfaat bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan,” ujar EBY.

Dalam kuliah umum yang dihadiri sekitar 2.000 santriwati tersebut, Ibas Yudhoyono mengangkat satu pertanyaan reflektif mengenai masa depan Indonesia ketika merayakan satu abad kemerdekaan pada 2045.

Ia mengajak para santriwati membayangkan Indonesia yang maju, masyarakatnya sejahtera, ilmu pengetahuannya berkembang, persatuannya semakin kuat, serta nilai-nilai agama dan kebangsaan tetap terjaga.

Menurut EBY, masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh para pemimpin saat ini, tetapi juga oleh generasi muda yang sedang menempuh pendidikan dan membangun karakter.

“Ketika Indonesia merayakan 100 tahun kemerdekaannya pada 2045, Indonesia seperti apa yang ingin kita lihat? Masa depan bangsa ini juga akan ditentukan oleh kalian, generasi muda yang hari ini sedang belajar, menuntut ilmu, dan membangun karakter di pesantren,” ungkapnya.

Edhie Baskoro secara khusus mendorong para santriwati agar tidak membatasi cita-cita hanya karena identitas dan latar belakang pendidikan pesantren. Sebaliknya, pendidikan pesantren harus menjadi bekal untuk melangkah lebih jauh dan berkontribusi dalam berbagai bidang kehidupan.

Ia menyebutkan bahwa santriwati memiliki kesempatan untuk menjadi ilmuwan, dokter, pendidik, guru, diplomat, pengusaha, ahli teknologi, hingga politisi dan anggota parlemen.

“Menjadi santriwati bukan berarti mempersempit cita-cita. Justru pendidikan dan nilai-nilai pesantren dapat menjadi bekal untuk melangkah lebih jauh. Kalian boleh bermimpi menjadi apa pun, selama cita-cita itu membawa kebaikan bagi keluarga, masyarakat, umat, dan negara,” tegas EBY.

Pesan tersebut mendapat perhatian dan antusiasme para santriwati yang hadir. Dengan beragam minat dan cita-cita yang mereka miliki, para peserta diajak untuk melihat bahwa menjadi santriwati bukanlah batas untuk menentukan masa depan. Justru pendidikan, kedisiplinan, dan nilai-nilai yang diperoleh di pesantren menjadi bekal untuk mengambil peran lebih luas, termasuk menjadi pemimpin yang amanah dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia juga mengingatkan bahwa Islam memberikan kedudukan yang tinggi kepada orang-orang yang beriman dan berilmu, sebagaimana pesan dalam Surah Al-Mujadilah ayat 11.

Memasuki era perkembangan teknologi yang semakin cepat, Ibas mengingatkan bahwa generasi muda harus mampu beradaptasi dengan kemajuan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

Menurutnya, teknologi telah mengubah cara manusia belajar, bekerja, berkarya, dan berinteraksi. Perkembangan informasi yang begitu cepat juga menghadirkan tantangan tersendiri, terutama dalam membedakan fakta dan berita bohong, informasi yang benar dan keliru.

Karena itu, Dr. Edhie Baskoro mengajak para santriwati tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi pencipta gagasan dan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat.

“Kita hidup di dunia yang berubah sangat cepat. Teknologi dan kecerdasan buatan terus berkembang dan memengaruhi kehidupan kita. Pertanyaannya, apakah kita hanya akan menjadi pengguna teknologi, atau kita mampu menjadi pencipta gagasan dan menghadirkan solusi?” kata EBY.

Ia menegaskan bahwa penguasaan teknologi harus berjalan beriringan dengan kekuatan iman dan akhlak.

“Zaman boleh terus berubah, teknologi boleh semakin maju, tetapi iman dan akhlak harus tetap menjadi kompas kehidupan kita. Jangan sampai kecerdasan membuat kita kehilangan kerendahan hati, kejujuran, dan amanah,” pesannya.

Ibas menilai pendidikan pesantren memiliki peran penting dalam membekali generasi muda menghadapi tantangan masa depan, mulai dari kemiskinan, pengangguran, terbatasnya lapangan pekerjaan, meningkatnya biaya hidup, perubahan iklim, hingga disrupsi teknologi.

Di tengah berbagai tantangan tersebut, generasi muda perlu memiliki kemampuan berpikir kritis, menguasai bahasa, memahami teknologi, menghargai perbedaan, serta terus mengembangkan keterampilan dan kreativitas.

Dalam pemaparannya, EBY menekankan setidaknya tiga hal penting yang harus dipersiapkan para santriwati untuk menghadapi masa depan, yakni ilmu, akhlak, dan karya nyata.

Pertama, ilmu. Dr. EBY mendorong para santriwati untuk terus belajar dan tidak cepat berpuas diri. Pendidikan tidak boleh hanya berorientasi pada nilai, kelulusan, maupun ijazah, tetapi harus mampu membangun pola pikir kritis dan kemampuan menyelesaikan persoalan.

Ia juga menekankan pentingnya penguasaan berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia, Arab, dan Inggris, serta kemampuan memahami perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan.

Kedua, akhlak. Menurut EBY, kecerdasan intelektual harus diimbangi dengan karakter dan perilaku yang baik. Kejujuran, kedisiplinan, amanah, kerendahan hati, penghormatan kepada guru, serta kepedulian terhadap sesama merupakan nilai yang harus terus dijaga.

Ketiga, karya nyata. Ibas mengajak para santriwati untuk tidak sekadar memiliki gagasan dan cita-cita, tetapi mulai mewujudkannya melalui tindakan konkret, bahkan dari lingkungan terdekat.

“Ilmu dan akhlak harus menghasilkan manfaat. Mulailah dari hal-hal kecil. Bantu teman untuk belajar, bantu lingkungan kampus menjadi lebih baik, ciptakan gagasan baru, jaga kebersihan, dan lakukan kegiatan sosial. Jangan menunggu menjadi pejabat atau sarjana untuk memberikan manfaat. Mulailah dari sekarang,” jelasnya.

Menurut EBY, ketiga hal tersebut merupakan fondasi penting untuk membentuk sumber daya manusia Indonesia yang unggul, tangguh, berintegritas, dan mampu menghadapi persaingan global.

Dalam kapasitasnya sebagai Wakil Ketua MPR RI, EBY turut menekankan pentingnya nilai-nilai Pancasila, konstitusi, dan persatuan Indonesia dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ia mengingatkan bahwa nasionalisme bukan sekadar mengibarkan bendera Merah Putih atau mengucapkan kata cinta tanah air, melainkan kesediaan untuk bertanggung jawab terhadap masa depan bangsa.

“Nasionalisme adalah kesediaan untuk bertanggung jawab atas masa depan bangsa. Belajar sungguh-sungguh, menjaga kejujuran, menghormati perbedaan, dan bekerja untuk kepentingan bersama juga merupakan bagian dari pengabdian kepada Indonesia,” tuturnya.

EBY mengajak para santriwati untuk menjadi generasi yang mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman, menghormati perbedaan, serta berkontribusi bagi kehidupan masyarakat yang adil, demokratis, dan sejahtera.

Ia juga menyampaikan harapan agar dunia terhindar dari pertikaian dan konflik. Secara khusus, EBY mengajak seluruh hadirin mendoakan rakyat Palestina agar memperoleh kemerdekaan, perdamaian, dan keselamatan.

Menutup kuliah umumnya, EBY menitipkan tiga pertanyaan kepada para santriwati untuk menjadi bahan refleksi setelah mengikuti kegiatan tersebut.

Pertama, ilmu apa yang akan terus ditingkatkan? Kedua, akhlak apa yang akan terus diperbaiki? Ketiga, karya apa yang akan mulai dilakukan untuk memberikan manfaat kepada orang lain?

EBY berharap Pondok Modern Darussalam Gontor terus menjadi bagian penting dalam melahirkan generasi penerus bangsa yang kuat keimanannya, luas wawasan dan pergaulannya, unggul ilmunya, luhur akhlaknya, serta nyata pengabdiannya.

“Indonesia membutuhkan generasi yang kuat imannya, luas pergaulan dan wawasannya, unggul ilmunya, luhur akhlaknya, dan nyata pengabdiannya. Itulah generasi yang kita butuhkan untuk mencapai Indonesia Emas 2045,” ungkapnya.

Ia juga mengajak para santriwati untuk menjaga diri dari berbagai pengaruh negatif, termasuk narkoba, perjudian, pergaulan bebas, dan perkelahian, serta senantiasa menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam kehidupan.

EBY menyampaikan terima kasih kepada seluruh pimpinan pondok, kiai, ustaz, ustazah, dan para pendidik yang telah menjalankan pengabdian dalam membentuk karakter dan masa depan generasi muda Indonesia.

“Jadilah santriwati yang imannya mengakar, ilmunya terus menerangi, akhlaknya terjaga, dan karyanya memberikan manfaat bagi Indonesia dan dunia. Mari kita siapkan masa depan bukan hanya dengan harapan dan mimpi, tetapi juga dengan ilmu, integritas, dan kerja nyata,” pungkas EBY.

Tags: IbasIndonesia Emas 2045Santriwati
ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

Kapolri Suyudi
Nasional

Polri Larang Personel Gunakan Vape, Kapolri Ancam Sanksi hingga Pidana

by snc4
2 November 2026

Suaranusantara.com— Seluruh personel Polri dilarang menggunakan rokok elektrik atau...

Nasional

Komisi III DPR Usulkan Aset Kejahatan Keuangan Dikembalikan kepada Korban

by snc4
2 November 2026

Suaranusantara.com— Komisi III DPR RI mengusulkan agar pengembalian aset...

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat

Lestari Moerdijat: Bulan Guru Harus Lahirkan Peta Jalan Nyata Peningkatan Kapasitas Guru

2 November 2026
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bicara soal peluang pembatasan Vape di lingkungan ASN (Instagram @pramonoanungw)

Demi Perangi Narkoba, Pramono Anung Buka Peluang Batasi Penggunaan Vape di Lingkungan ASN Jakarta

2 November 2026
LNG dari RI diduga dijual lagi oleh Singapura (Instagram @stockalpha.id)

Bahlil Duga LNG RI Dijual Lagi, Singapura Beri Bantahan

2 November 2026
Karhutla sebab kerugian besar bagi warga di sejumlaj daerah terdampak terutama di Kalimantan (Instagram @infoklapanungganews)

20 Korporasi Jadi Tersangka Karhutla, WALHI Minta Polri Transparan

2 November 2026

Discussion about this post

POPULER MINGGU INI

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani tanggapi soal kebijakan WFH (Instagram @shibtawidjajakamdani)

Begini Kata Pengusaha Soal Opsi WFH Demi Hemat BBM Imbas Perang Timur Tengah

8 months ago
Ilustrasi harga emas mulai dari Antam mengalami kenaikan (instagram @sukabumikuid)

Harga Emas Antam Kembali Melemah Buyback Ikut Turun

8 months ago
Presiden ke 7 RI Joko Widodo atau Jokowi dikabarkan jadi Dewan Pembina PSI (instagram @yusufmuhammad)

Lama Tak Terlihat, Begini Kondisi Terbaru Jokowi

1 year ago
Salah satu twibbon Lebaran 2026 (twibbonize.com)

Idulfitri 1447 H Segera Tiba, Berikut Link Twibbon Lebaran 2026 Download Gratis Langsung Pejeng Status di Medsos

8 months ago
Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira (Instagram @andreaspareira)

Prabowo Akan Tertibkan Pengamat Tak Suka Pemerintahannya, PDI Perjuangan: Ini Risiko Rakyat yang Telah Memilih

8 months ago

TOPIK: PEMILU 2024

PDIP Menang Pemilu Tiga Kali Beruntun, Tapi Citra Publik Menurun?

Rekomendasi Rakernas V PDI Perjuangan: Penyalahgunaan Kekuasaan Jadi Biang Kerok Pemilu 2024 Terburuk Sepanjang Sejarah Indonesia

Ketua KPU RI di Laporkan ke DKPP; Lakukan Pelanggaran Kode Etik dengan Cara Merayu sampai Buat Asusila

Djarot Sebut PDIP Akan Layangkan Gugatan Pemilu 2024 ke PTUN

450 ASN di Laporkan ke Bawaslu Atas Dugaan Pelanggaran Netralitas Pemilu 2024

PILIHAN EDITOR

Andreas Hugo Pareira Minta Revisi UU HAM Tetap Jaga Kemandirian Komnas HAM

Pertahankan Hasil Disertasinya, Marinus Gea Tegaskan ESG Bukan Beban, tapi Sumber Nilai Perusahaan

Bocoran Terbaru Samsung Galaxy S26 Ultra: Pengisian Daya Lebih Cepat, Lebih Cerdas?

Soal Kasus Pandji, Marinus Gea: Demokrasi Tak Boleh Kalah oleh Rasa Tersinggung

Marinus Gea Tanggapi Temuan KPAI: Dugaan Pelecehan oleh Polisi Harus Diusut Tuntas

BERITA TERKINI

Ibas
Nasional

Ibas Dorong Santriwati Punya Peran Menuju Indonesia Emas 2045

by snc4
2 November 2026

Suaranusantara.com– Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), mengajak para santriwati Pondok Modern Darussalam Gontor untuk...

Karhutla Kalimantan membakar habis seluruh hutan (Instagram @nasionalpensiun)

WALHI Tantang Polri Buka Identitas Nama-nama Tersangka Karhutla: Jangan Cuma Terapkan Pasal Pidana Formal

2 November 2026
Juru Bicara Partai Gerindra Sugiat Santoso respon soal putusan MA suket Gibran (Instagram @timewave.id)

Begini Respon Gerindra Soal Putusan MA Batalkan Suket Pendidikan Gibran

2 November 2026
Presiden Prabowo saat taklimat bersama peserta P3MDI Batch 1 Tahun Anggaran 2026 dan peserta Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin Seluruh Indonesia di kediaman pribadi Presiden di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu 31 Oktober 2026 (Instagram @sekretariat.kabinet)

Prabowo Siapkan Lebih dari 300 Calon Pemimpin Masa Depan, Kadin Beri Dukungan

2 November 2026
Presiden Prabowo saat peresmian SMA Taruna Nusantara (Instagram @sekretariat.kabinet)

Prabowo Bilang Negara Berhasil adalah Rakyatnya Tidak Kelaparan

2 November 2026
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

 

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

©2025 SuaraNusantara.com